Polisi Geledah 12 Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Batu Bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta – Tim penyidik kepolisian melakukan penggeledahan di 12 lokasi dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang yang berkaitan dengan proyek batu bara PLN (Blackout Sumatera), Asabri, dan Krakatau Steel. Sejumlah barang bukti bernilai besar disita dari beberapa tempat di Jakarta dan Bogor.

Puluhan Kilo Emas dan Uang Miliar Rupiah Disita

Dalam penggeledahan di kafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan, polisi menemukan uang tunai dalam berbagai mata uang senilai total Rp60 miliar. Rinciannya: 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar AS, dan Rp259.159.000 dalam pecahan rupiah yang disimpan di brankas kafe tersebut.

Selain itu, di sebuah money changer yang juga berlokasi di Cipete, polisi menyita 16 jenis mata uang asing dengan nilai setara Rp7,2 miliar.

Penggeledahan berlanjut ke sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, pada Rabu (8/7/2026) malam. Dari lokasi itu, polisi menyita emas batangan seberat 74 kilogram serta uang dalam pecahan dolar Singapura dan dolar AS.

Rumah Jampidsus Dijaga Ketat

Usai penggeledahan di Cipete, perhatian publik tertuju pada rumah Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Agung Febrie Adriansyah di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rumah tersebut mendadak dijaga puluhan prajurit TNI pada malam yang sama, Rabu (8/7/2026).

Penjagaan ketat itu berlangsung bersamaan dengan beredarnya isu akan adanya penggeledahan lanjutan di kediaman Febrie, setelah sebelumnya polisi menyisir lokasi kafe de’Clan Signature.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait keterkaitan antara barang bukti yang disita dengan para pihak yang disebut dalam kasus tersebut. Penyelidikan masih berlanjut untuk menelusuri aliran dana dan dugaan praktik pencucian uang yang melibatkan sejumlah perusahaan dan individu. (Redber PPWI))

Related posts
Tutup
Tutup