MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) terus mendorong implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menginstruksikan arahan Presiden Republik Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Gerakan Indonesia ASRI dan Edukasi Pengelolaan Persampahan” yang digelar di Kantor Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan.
Gerakan Indonesia ASRI sendiri dicanangkan untuk membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus dirangkaikan dengan kick-off Program Local Service Delivery Project (LSDP).
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri dan dihadiri oleh Dirjen Bina Bangda, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, perwakilan komponen Kemendagri, 30 pemerintah daerah (pemda) penerima Program LSDP, penggiat lingkungan, serta pelajar dari wilayah Jakarta Selatan.
Aksi Nyata Bersih Lingkungan
Rangkaian acara diawali dengan aksi kerja bakti (korvey) bersih lingkungan di sepanjang Jalan Raya Kalibata, mulai dari area Stasiun KRL Duren Kalibata hingga depan TMP Kalibata dan lingkungan Kantor Ditjen Bina Bangda.
“Kegiatan ini melibatkan lebih dari 300 peserta sebagai bentuk aksi nyata Gerakan Indonesia ASRI sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Restuardy Daud, dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Selain aksi bersih-bersih, digelar pula talkshow “Gerakan Bersih dan Pengelolaan Sampah” untuk pegawai Kemendagri dan perwakilan pemda. Diskusi ini menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait teknologi pengelolaan sampah komunal, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membagikan pengalaman pengelolaan sampah skala besar.
Pameran Inovasi Teknologi Persampahan
Untuk memperluas wawasan daerah, Kemendagri turut menggelar Pameran Inovasi Teknologi Persampahan yang menghadirkan 18 booth.
Pameran menampilkan inovasi dari 10 daerah berupa teknologi, aplikasi, dan produk ekonomi sirkular. Beberapa di antaranya yakni:
-
Gerakan Mama Lisa (Kabupaten Lumajang)
-
Inovasi Pirolisis (Kota Malang)
-
Aplikasi PATAGALI (Kota Palu)
-
Aplikasi Eco Sort (Kota Batu)
-
Produk Pupuk Kompos (Kabupaten Purworejo)
Pameran juga melibatkan penyedia teknologi dan brand pengelolaan sampah ternama seperti Lamacca Waste Energy, UBL, SDLG, SHANTUI, HYUNDAI, DONGFENG, dan TATA. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi wadah berbagi praktik baik (best practices) sekaligus referensi bagi pemda dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.
Peluncuran Program LSDP untuk 30 Daerah
Pada kesempatan yang sama, Kemendagri melangsungkan kick-off dan rapat teknis Program LSDP bersama 30 pemda penerima hibah yang terpilih dari total 514 daerah di Indonesia.
Sebanyak 157 perwakilan pemda hadir untuk mendalami aspek teknis perbaikan tata kelola persampahan berkapasitas 100–150 ton per hari secara menyeluruh dari hulu ke hilir selama lima tahun. Kick-off ini juga menjadi momentum penyampaian Overall Work Plan (OWP), mekanisme Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), indikator kinerja, serta jadwal kunjungan lapangan.
Edukasi Sejak Dini
Tidak hanya menyasar tingkat pemerintah dan masyarakat umum, edukasi kepedulian lingkungan juga ditanamkan sejak dini kepada siswa TK Pertiwi 06 dan SDN Rawajati 01 Pagi. Edukasi dikemas secara kreatif melalui kegiatan mewarnai, pembacaan puisi, stand-up comedy, dan mendongeng.
Restuardy menegaskan bahwa tindak lanjut arahan pimpinan tidak berhenti pada kebijakan dan koordinasi semata, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata.
“Gerakan Indonesia ASRI diharapkan dapat terus berkembang sebagai gerakan bersama yang mendorong terciptanya lingkungan bersih sekaligus memperkuat tata kelola persampahan yang berkelanjutan di daerah,” pungkas Restuardy.
(Nanang/Husnie)













