MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan media sosial yang masif telah mengubah cara masyarakat menerima serta menyebarkan informasi. Di tengah tingginya ancaman disinformasi dan misinformasi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bergerak cepat memperkuat kapasitas aparatur kehumasannya.
Langkah ini diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Strategi Komunikasi bagi Pejabat Fungsional Pranata Humas di Lingkungan Kemendagri, yang digelar pada 29–31 Juli 2026 di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat.
Saat membuka acara pada Kamis (30/7/2026), Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Kemendagri, Anwar Harun Damanik, menegaskan pentingnya peran Pranata Humas sebagai garda terdepan komunikasi pemerintah di era digital.
“Bimtek ini menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas seluruh Pranata Humas dalam menyusun strategi komunikasi yang tepat, efektif, dan mendukung tugas fungsi organisasi,” ujar Anwar.
Anwar mengingatkan bahwa di era serba cepat ini, kemudahan teknologi tidak boleh mengurangi kualitas informasi pemerintah. Informasi yang disampaikan harus tetap cepat, akurat, transparan, dan dapat dipercaya.
“Kecepatan tidak boleh mengorbankan ketepatan, kreativitas tidak boleh mengabaikan kebenaran. Pemanfaatan teknologi harus tetap dilakukan secara bertanggung jawab,” tegasnya.
Tantangan komunikasi pemerintah saat ini semakin dinamis seiring besarnya penetrasi ruang digital di Indonesia. Berdasarkan laporan Digital 2026 dari DataReportal, Indonesia mencatatkan sekitar 230 juta pengguna internet (80,5% dari populasi) dan 180 juta pengguna media sosial.
Menurut Anwar, besarnya angka tersebut menuntut Humas pemerintah tidak sekadar mempublikasikan kegiatan, tetapi juga mampu mengolah data, mengenali dinamika isu, dan meminimalkan kesalahpahaman publik atas kebijakan yang dibuat.
“Komunikasi pemerintah tidak lagi cukup berhenti pada penyampaian informasi. Lebih dari itu, komunikasi harus mampu membangun pemahaman publik mengenai tujuan dan manfaat kebijakan,” tambahnya.
Menutup arahannya, Anwar mengajak seluruh Pranata Humas Kemendagri untuk terus meningkatkan profesionalisme, adaptif terhadap teknologi, serta memperkuat koordinasi antarunit kerja demi membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan. (Puspen Kemendagri / Nanang)













