Puluhan Petani Gedor Kantor PT BSP Kisaran, Tuntut Kejelasan HGU dan Sertifikat Plasma

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran — Puluhan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani mendatangi kantor pusat PT Bakrie Sumatera Plantations (PT BSP) di Jalan Ir. H. Juanda, Kisaran, Kabupaten Asahan, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kedatangan massa secara spontan tersebut menggunakan puluhan sepeda motor dan satu mobil komando, sembari membawa poster berisi kecaman terhadap manajemen PT BSP.

“Kami meminta pihak perkebunan PT BSP untuk segera menunjukkan SK Perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) yang diklaim telah terbit pada 13 Juli 2026,” teriak koordinator aksi, Zulkifli Matondang, dalam orasinya.

Zulkifli menambahkan bahwa pihaknya mendukung langkah BPN/ATR Kabupaten Asahan yang menyatakan SK perpanjangan HGU PT BSP hingga kini belum terbit.

“Stop HGU PT BSP karena masih ada konflik lahan dengan warga. Kami juga mendukung surat dari Kesultanan agar HGU PT BSP tidak diperpanjang,” tegas Zulkifli.

Senada dengan itu, orator aksi lainnya, Bangun Simorangkir, mempertanyakan kejelasan legalitas pemanenan sawit dan alokasi kebun plasma oleh pihak perusahaan.

“Sejak HGU PT BSP berakhir pada tahun 2022 lalu, perusahaan masih terus memanen sawit. Ke mana pajak hasil panen tersebut disetorkan? Lalu selama ini, ke mana realisasi program Kebun Plasma PT BSP?” tanya Bangun.

Selain masalah HGU dan plasma, massa juga mendesak agar Oknum karyawan perusahaan yang diduga terlibat dalam perusakan posko kelompok tani segera ditindak tegas.

“Kami minta karyawan PT BSP yang diduga merusak Posko Kelompok Tani dihadirkan. Tindakan perusakan itu sudah mengarah pada aksi kriminal,” tambah Bangun.

Meskipun telah berorasi cukup lama di depan pintu masuk kantor PT BSP, tidak ada satu pun perwakilan manajemen perusahaan yang keluar untuk menemui maupun memberikan tanggapan kepada demonstran.

Lantaran aksi tersebut belum mengantongi izin resmi dari Kepolisian Resor (Polres) Asahan serta tidak mendapat tanggapan dari perusahaan, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Kendati demikian, kelompok tani mengancam akan kembali menggelar aksi susulan dengan jumlah massa yang lebih besar. (Hen – Red)

Related posts
Tutup
Tutup