APINDO Asahan Perkuat Peran Strategis Dorong Ekonomi Daerah

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Dewan Pimpinan Kabupaten Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK APINDO) Asahan menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dunia usaha di daerah. Sebagai wadah representasi pengusaha lintas sektor, APINDO memegang peran vital untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif demi memacu pertumbuhan ekonomi lokal.

Ketua DPK APINDO Asahan, Ir. Tendi Sutendi, menyatakan bahwa penguatan kelembagaan dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan APINDO Asahan sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui sinergi yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ir. Tendi Sutendi dalam keterangannya kepada mediadialognews.com  Minggu, 19 Juli 2026 di Medan.

Empat Peran Utama

Dalam dinamika perekonomian di Kabupaten Asahan, Tendi menjelaskan bahwa APINDO menjalankan empat peran strategis, antara lain:

  • Mitra Pemerintah: Menjadi jembatan komunikasi antara pelaku usaha dan Pemkab Asahan agar regulasi daerah senantiasa mendukung investasi yang berkelanjutan.
  • Penjaga Hubungan Industrial: Menjaga stabilitas ketenagakerjaan melalui dialog tripartit yang harmonis antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah.
  • Keterwakilan Dewan Pengupahan: Ikut merumuskan penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang berkeadilan guna menjaga daya beli pekerja sekaligus keberlangsungan usaha.
  • Akselerator UMKM: Mendorong UMKM lokal naik kelas agar mampu terintegrasi ke dalam rantai pasok industri besar.

Program Kerja Prioritas

Untuk mewujudkan peran tersebut, APINDO Asahan kini tengah memprioritaskan sejumlah agenda kegiatan utama:

  1. Sinergi dengan BLK: Menyinkronkan kurikulum pelatihan berbasis kompetensi agar tenaga kerja lokal siap pakai dan sesuai dengan kebutuhan industri.
  2. Advokasi Hukum Ketenagakerjaan: Memberikan pendampingan regulasi bagi perusahaan anggota terkait Peraturan Perusahaan (PP), Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dan kepatuhan hukum.
  3. Pendampingan Perizinan Usaha: Membantu legalitas operasional, termasuk pengurusan izin Air Bawah Tanah (ABT) dan Air Permukaan Umum (APU).
  4. Sosialisasi Regulasi Bisnis: Menggelar forum dialog dan pelatihan terkait perpajakan, Online Single Submission (OSS) berbasis risiko, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  5. Digitalisasi UMKM: Memfasilitasi pameran, business matching, serta pelatihan literasi digital untuk memperluas pasar produk lokal.

Pemetaan Industri dan Tantangan Dunia Usaha

Berdasarkan data terakhir, potensi ekspansi keanggotaan APINDO di Asahan masih tergolong besar. Saat ini terdapat sekitar 83 hingga 86 unit usaha aktif di sektor industri besar dan sedang, di mana sebagian di antaranya belum bergabung. Sementara untuk sektor perkebunan sawit dan karet, mayoritas perusahaan besar seperti PTPN dan swasta telah menjadi anggota aktif.

Kendati memiliki potensi besar, Tendi tidak menampik adanya tantangan nyata di lapangan. APINDO Asahan mencatat ada tiga tantangan utama saat ini:

  • Akselerasi akuisisi anggota baru di sektor industri menengah hingga besar.
  • Kesiapan tenaga kerja lokal yang belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan teknologi modern.
  • Fluktuasi harga komoditas sawit dan karet yang kerap memengaruhi stabilitas arus kas perusahaan.

Arah Kebijakan ke Depan

Guna menjawab tantangan tersebut, APINDO Asahan telah merumuskan tiga rekomendasi strategis ke depan. Langkah pertama adalah mengakselerasi program “kanvasisasi” anggota untuk merangkul lebih dari 80 perusahaan industri besar dan menengah.

Selanjutnya, dilakukan penguatan konsorsium sawit-karet melalui sub-komite khusus yang fokus mengawal isu logistik, sertifikasi keberlanjutan, serta regulasi lingkungan. Terakhir, APINDO akan membangun sistem informasi terpadu berupa direktori digital anggota guna mempermudah koordinasi dan kolaborasi bisnis.

“Melalui langkah strategis ini, kami di DPK APINDO Kabupaten Asahan sangat optimistis sinergi yang kuat antara pemerintah, serikat pekerja, dan dunia usaha dapat menciptakan iklim investasi yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan. Langkah konkret ini juga diharapkan mampu mempercepat hilirisasi riset serta mendorong kemajuan ekonomi lokal secara signifikan,” pungkas Ir. Tendi Sutendi menutup keterangannya. (Redaksi)

Related posts
Tutup
Tutup