Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik di Pulogebang: Upaya Kurangi Beban TPST Bantargebang

MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta – DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbesar volume sampah ke TPST Bantargebang, Bekasi. Lebih dari 3.000 ton sampah campuran, baik organik maupun anorganik, dikirim setiap hari dari wilayah Jakarta. Gunungan sampah yang terus meninggi menimbulkan ancaman serius: bau tak sedap, pencemaran air lindi, hingga terbentuknya gas metana yang berpotensi memicu kebakaran.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui jajaran wilayah hingga tingkat RT mewajibkan warga menjalankan program pemilahan sampah organik. Sosialisasi dilakukan secara tatap muka pada Sabtu (20/6) di Aula Serbaguna Taman Ninjo, RT 003/RW 04, Kelurahan Pulogebang, Jakarta Timur.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Anggiat dari Dinas Lingkungan Hidup, Deny dari perwakilan Kelurahan Pulogebang, Ketua RW 04 Bahri, perwakilan LMK Kelurahan Pulogebang, para Ketua RT dari RT 01 hingga RT 017, Petugas Dawis, serta petugas pengangkut sampah di lingkungan RW 04.

Dinas LH memaparkan berbagai opsi pengelolaan sampah organik melalui tayangan slide, di antaranya penggunaan lubang biopori, lubang biopori jumbo, serta penyediaan tong sampah organik yang akan dijemput petugas LH. Model biopori jumbo dipandang lebih efektif di kawasan padat penduduk karena mampu menampung lebih banyak sampah organik sekaligus mengantisipasi keterlambatan pengangkutan menuju TPST Rawa Terate, tempat sampah diolah menjadi bubur margot.

Partisipasi masyarakat juga meluas hingga ke lembaga keagamaan. Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah mendukung program ini, dimulai dari Masjid Al-Jihad yang menjadi lokasi awal sosialisasi pemilahan sampah organik.

Menanggapi keluhan petugas pengangkut sampah, Dinas LH menegaskan bahwa beban kerja akan lebih ringan jika masyarakat konsisten memilah sampah organik. Moderator kegiatan juga mengingatkan Petugas Dawis di tiap RT untuk segera mensosialisasikan program ini kepada warga. Bahkan ditegaskan, rumah tangga yang tidak melakukan pemilahan sampah berpotensi tidak mendapatkan layanan pengangkutan sampah.

Dengan langkah ini, diharapkan beban TPST Bantargebang dapat berkurang, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tertib. (Nanang Jkt)

Related posts
Tutup
Tutup