Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Beruntun Sejak Februari 2026

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali terjadi. Mulai Rabu (10/6/2026) pukul 00.01 WIB, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter.

Penyesuaian harga tersebut mempertegas tren kenaikan BBM nonsubsidi yang telah berlangsung sejak Februari 2026. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan pada level sebelumnya.

Dalam penyesuaian terbaru, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sedangkan Pertamax Green 95 melonjak dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Pertamina menyebut penyesuaian harga dilakukan setelah evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta kondisi pasar energi global.

Meski terjadi kenaikan pada BBM nonsubsidi, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Subsidi masih bertahan di angka Rp6.800 per liter.

Tren Kenaikan Sejak Awal Tahun

Data perkembangan harga BBM Pertamina menunjukkan hampir seluruh produk nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan sepanjang Februari hingga Juni 2026.

Pertamina Dex yang pada Februari dibanderol Rp23.900 per liter kini berada di level Rp27.900 per liter. Sementara Dexlite melonjak dari Rp14.500 menjadi Rp26.000 per liter dalam kurun waktu yang sama.

Kenaikan juga terjadi pada Pertamax Turbo yang naik dari Rp13.500 menjadi Rp19.900 per liter. Adapun Pertamax Green yang sempat turun pada Maret dan April, kembali merangkak naik hingga menyentuh Rp17.000 per liter.

Sementara Pertamax yang selama beberapa bulan bertahan di angka Rp12.300 per liter, akhirnya mengalami penyesuaian cukup tajam pada Juni 2026.

Berpotensi Menambah Beban Masyarakat

Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya biaya operasional kendaraan pribadi, transportasi komersial, hingga sejumlah sektor usaha yang mengandalkan bahan bakar berkualitas tinggi.

Pengguna kendaraan pribadi, pelaku usaha distribusi, jasa transportasi, hingga UMKM yang bergantung pada mobilitas harian diperkirakan menjadi kelompok yang paling merasakan dampak penyesuaian harga tersebut.

Di sisi lain, tetap bertahannya harga Pertalite dan Biosolar memberikan ruang perlindungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, nelayan, petani, serta sektor logistik yang masih mengandalkan BBM bersubsidi.

Dipengaruhi Harga Minyak Dunia

Pengamat energi menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak terlepas dari fluktuasi harga minyak mentah dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah yang menjadi faktor utama dalam perhitungan harga keekonomian BBM.

Dengan penyesuaian yang berlaku mulai 10 Juni 2026 ini, pengguna BBM nonsubsidi harus merogoh kocek lebih dalam dibanding awal tahun. Sementara itu, stabilnya harga Pertalite dan Biosolar diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta menahan laju kenaikan biaya transportasi dan distribusi barang di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. (Tim MDN)

Related posts
Tutup
Tutup