MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Asahan membuka peluang kerja bagi masyarakat yang ingin berkarier di Jepang melalui program penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Program strategis ini merupakan hasil kerja sama resmi dengan perusahaan asal Jepang, PT YUMI, yang bergerak di sektor pertanian.
Melalui kerja sama tersebut, sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kabupaten Asahan diberikan kesempatan untuk merekrut dan mempersiapkan calon tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke Jepang setelah memenuhi seluruh persyaratan dan tahapan pelatihan yang ditetapkan.
Kepala Bidang Pelatihan dan Productivity Tenaga Kerja Disnaker Asahan, Edhie Catur Prayitno, SH, MM, mengungkapkan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Asahan sebagai upaya nyata memperluas akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Saat audiensi dengan Bupati Asahan, beliau menyambut baik program ini dan mendukung percepatan proses pemberangkatan calon PMI ke Jepang. Ini merupakan peluang yang sangat baik bagi masyarakat Asahan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperoleh pengalaman kerja internasional,” ujar Edhie.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja untuk program tersebut mencapai sekitar 300 orang. Namun hingga saat ini, jumlah pendaftar baru mencapai 110 orang, sehingga masih tersedia kuota yang cukup besar bagi masyarakat yang berminat.
Edhie menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi jumlah pendaftar adalah biaya pelatihan yang harus dipersiapkan secara mandiri oleh calon peserta. Meski demikian, ia menilai investasi tersebut sangat sebanding dengan peluang kerja, fasilitas tempat tinggal yang nyaman, serta pendapatan tinggi yang akan diperoleh para peserta di Jepang.
“Program ini tidak hanya membuka kesempatan kerja dan meningkatkan taraf hidup keluarga, tetapi juga memberikan pengalaman, kedisiplinan, dan peningkatan kompetensi yang menjadi bekal berharga bagi masa depan para peserta,” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran program, Disnaker Asahan turut memfasilitasi penggunaan sarana Balai Latihan Kerja (BLK) Asahan sebagai ruang belajar dan tempat pelatihan bagi calon PMI. Seluruh proses pelatihan dan persiapan keberangkatan dipantau langsung di bawah pengawasan pemerintah daerah guna memastikan kualitas peserta memenuhi standar ketat yang dibutuhkan perusahaan di Jepang.
Informasi mengenai pendaftaran dan persyaratan lengkap program ini telah dipublikasikan secara transparan melalui berbagai kanal resmi Disnaker Asahan, termasuk media sosial seperti Instagram, Facebook, serta jaringan informasi ketenagakerjaan mitra pemerintah daerah.
Disnaker Asahan berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menangkap peluang emas ini sebagai langkah nyata untuk mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja global. (Eva/Ella)




Wartawati mediadialognews.com saat mewawancarai Kepala Bidang Pelatihan dan Productivity Tenaga Kerja Disnaker Asahan, Edhie Catur Prayitno, SH, MM, di dampingi PJ Kadisnaker Asahan







