MEDIA DIALOG NEWS, Asahan – Kondisi Afdeling VI PTPN IV PalmCo Kebun Tinjowan Regional II menjadi sorotan setelah ditemukannya berbagai persoalan pemeliharaan tanaman, kualitas panen, hingga perawatan aset perusahaan yang dinilai kurang mendapat perhatian.
Berdasarkan temuan lapangan pada Sabtu (10/10/2026), areal tanaman di Afdeling VI terlihat dipenuhi berbagai tumbuhan pengganggu seperti kayuan, lompong, dan tukulan sawit yang tumbuh di sejumlah titik. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan belum optimalnya kegiatan pemeliharaan tanaman yang seharusnya menjadi perhatian manajemen afdeling.
Tidak hanya itu, di beberapa lokasi juga ditemukan brondolan yang masih berserakan dan tidak dikutip secara bersih setelah kegiatan panen selesai dilakukan. Temuan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian perusahaan karena brondolan merupakan bagian dari hasil produksi yang memiliki nilai ekonomi.
Kondisi lain yang turut menjadi perhatian adalah banyaknya pelepah sawit sengkleh atau menggantung yang belum dirapikan pascapanen. Padahal, penataan pelepah merupakan salah satu standar operasional yang bertujuan menjaga kebersihan kebun, mempermudah perawatan tanaman, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas panen berikutnya.

Di sisi lain, sejumlah fasilitas perusahaan seperti pos dan rumah dinas karyawan juga tampak kurang terawat. Beberapa bangunan terlihat mengalami penurunan kondisi fisik yang menimbulkan kesan lemahnya pengawasan terhadap aset perusahaan.
Yang lebih memprihatinkan, ditemukan sejumlah pohon kelapa sawit yang mengalami serangan hama cukup parah. Pada beberapa tanaman, daun terlihat rusak hingga yang tersisa hanya tulang daun atau lidi. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman dan berpotensi menurunkan produktivitas apabila tidak segera dilakukan tindakan pengendalian secara efektif.
Berbagai temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan pelaksanaan program kerja di Afdeling VI yang dipimpin oleh Asisten Afdeling.
Untuk memperoleh penjelasan dan konfirmasi, wartawan telah berupaya menghubungi Asisten Afdeling VI, Agus, melalui nomor telepon seluler yang diketahui digunakan dalam operasional sehari-hari.
Namun yang bersangkutan tidak bersedia memberikan klarifikasi dengan mengatakan bahwa lahan tersebut areal TTAD dan pesannya agar Redaksi menghubungi krani : ” Itu Areal TTAD, Pak. Silahkan hubungi krani saja, pak” tulisnya sembari mengirimkan nomor WhatsApp Tin Kr Robinson Sinaga.
Beberapa sumber di lingkungan perkebunan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan berharap manajemen Kebun Tinjowan maupun Regional II segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Afdeling VI. Mereka menilai perbaikan diperlukan agar standar pemeliharaan tanaman, kualitas panen, serta perawatan aset perusahaan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Temuan ini juga diharapkan menjadi perhatian manajemen PTPN IV PalmCo Regional II mengingat kondisi tanaman, kebersihan areal panen, pengendalian hama, dan pemeliharaan fasilitas perusahaan merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas dan efisiensi operasional perkebunan.
Sampai berita ini dimuat, wartawan masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk manajemen Kebun Tinjowan dan Regional II PTPN IV PalmCo, guna memperoleh penjelasan serta tanggapan resmi atas berbagai temuan tersebut. Jika terdapat klarifikasi atau hak jawab dari pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini, redaksi akan memuatnya dalam berita lanjutan sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. (Tim Dialog News)











