Mahasiswa KKN Tematik UNA Gelar Program Digital Parenting, Edukasi Orang Tua Soal Literasi Digital dan Batasi Screen Time

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran — Dalam upaya mendukung terciptanya generasi yang cerdas dan sehat di era digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Asahan (UNA) menggelar program Digital Parenting. Program ini mengusung tema “Pendampingan Latihan Literasi Digital dan Pembatasan Waktu Layar (Screen Time) bagi Orang Tua Siswa Sekolah Dasar”.

Rangkaian program yang dilaksanakan selama satu bulan penuh tersebut ditutup dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Selasa, 29 September 2026, di wilayah sasaran KKN. Kegiatan ini secara khusus menyasar para orang tua siswa sekolah dasar guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mendampingi anak menggunakan teknologi secara bijak.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Datulina Ginting, M.Hum dan Wan Nurul Atika Nst, M.Pd, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya literasi digital, risiko penggunaan gawai secara berlebihan, serta strategi praktis yang dapat diterapkan di rumah.

Beberapa strategi yang dipaparkan di antaranya adalah cara membuat jadwal screen time yang konsisten, memilih konten digital yang sesuai dengan usia anak, serta membangun komunikasi yang sehat dan terbuka antara orang tua dan anak.

Pentingnya Lingkungan Digital yang Sehat

Menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal merupakan suatu keharusan yang harus terus digeliatkan di tengah masifnya kemajuan teknologi saat ini.

Penggunaan gawai pada anak memang menawarkan berbagai kemudahan dan manfaat edukasi. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, hal tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti menurunnya daya konsentrasi, gangguan pola tidur, hingga berkurangnya interaksi sosial di dunia nyata.

Melalui program Digital Parenting ini, para orang tua diajak untuk lebih proaktif dan bijak dalam memanfaatkan teknologi, sekaligus membiasakan anak-anak mereka dengan pola penggunaan gawai yang sehat dan seimbang. (Redaksi)

Related posts