MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan mengundang sejumlah unsur dunia usaha, organisasi pengusaha, organisasi kepemudaan, pemerintahan desa serta serikat pekerja untuk mengikuti kegiatan pembinaan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) dan sosialisasi Tailor Made Training (TMT) yang akan dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut surat Kepala BBPVP Medan Nomor 2.8/72/LP.00.04/IX/2026 tanggal 10 September 2026 tentang Pembinaan FKLPID dan Sosialisasi Tailor Made Training (TMT).
Berdasarkan surat undangan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan Nomor 500.15.1/4958/IV-DKT/IX/2026 tertanggal 29 September 2026, terdapat perubahan jadwal pelaksanaan kegiatan. Semula kegiatan direncanakan berlangsung pada 30 September 2026, namun kemudian dijadwalkan kembali pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan akan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB sampai selesai, bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Asahan, Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. Agenda kegiatan adalah pembinaan FKLPID dan sosialisasi Tailor Made Training (TMT) oleh BBPVP Medan.
Menariknya, peserta yang diundang berasal dari berbagai unsur yang memiliki keterkaitan langsung dengan pembangunan ketenagakerjaan di Kabupaten Asahan.
Mereka terdiri dari FKLPID Kabupaten Asahan, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Asahan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Asahan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Asahan, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), PAPDESI, serta dua unsur serikat pekerja, yakni F HUKATAN KSBSI Asahan dan F TIA KSBSI Asahan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan pelatihan vokasi dan kebutuhan tenaga kerja tidak hanya menjadi urusan pemerintah. Dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi pengusaha, pemerintah desa dan pekerja juga memiliki kepentingan dalam memastikan pelatihan yang diberikan benar-benar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu konsep yang akan disosialisasikan dalam kegiatan tersebut adalah Tailor Made Training atau pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan. Konsep ini menjadi relevan ketika kebutuhan kompetensi tenaga kerja di setiap sektor usaha tidak selalu sama.
Dengan mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, lembaga terkait dan pekerja, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi untuk melihat kebutuhan kompetensi tenaga kerja secara lebih nyata.
Bagi dunia usaha, kebutuhan tenaga kerja bukan hanya menyangkut jumlah pekerja, tetapi juga kesesuaian keterampilan dengan pekerjaan yang tersedia. Sementara bagi pencari kerja dan pekerja, pelatihan yang sesuai kebutuhan industri dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas.
Karena itu, pembinaan FKLPID dan sosialisasi TMT bukan sekadar agenda pertemuan. Lebih jauh, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan sistem pelatihan vokasi yang tersedia di daerah.
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan meminta para undangan untuk hadir tepat waktu pada kegiatan yang dijadwalkan berlangsung 6 Oktober 2026 tersebut. (Red)












