Aksi Damai Petani di Asahan Berakhir Kericuhan, 5 Orang Luka-Luka dan Mobil Rusak

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Aksi damai ratusan petani dari Kelompok Tani (Koptan) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Asahan di kantor PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Kisaran berakhir ricuh pada Kamis (13/8/2026) sekira pukul 10.30 WIB. Kericuhan ini mengakibatkan sedikitnya lima orang warga koptan mengalami luka-luka dan dua unit mobil rusak akibat lemparan batu.

Berdasarkan keterangan di lapangan, aksi yang digalang oleh ratusan petani tersebut bertujuan untuk mempertanyakan alasan pihak perusahaan merusak posko milik warga. Namun, kedatangan massa justru disambut dengan blokade kawat berduri, pengerahan puluhan satpam berperlengkapan pentungan dan tameng, serta pemanfaatan anjing penjaga oleh pihak keamanan perusahaan.

Kericuhan berawal saat massa berupaya memotong kawat berduri agar dapat masuk ke area kantor. Aksi tersebut memicu ketegangan dan adu mulut antara massa dengan petugas satpam. Situasi semakin memanas hingga terjadi bentrok fisik dan aksi saling lempar batu selama kurang lebih setengah jam, sebelum akhirnya berhasil diredakan oleh Sat Intelkam Polres Asahan.

Akibat bentrokan tersebut, lima anggota Koptan mengalami luka-luka. Salah seorang korban, Hendra Syahputra (43), mengalami luka robek di pelipis mata kanan serta luka pada tangan dan kepala akibat dugaan pengeroyokan oleh oknum satpam saat hendak melerai keributan. Seluruh korban luka langsung dievakuasi ke RSUD HAMS Kisaran untuk mendapatkan perawatan medis dan visum. Selain korban jiwa/luka, dua unit kendaraan—termasuk mobil komando pembawa pengeras suara—mengalami pecah kaca.

Kordinator aksi, Syafruddin Harahap, mengecam keras tindakan responsif dan represif dari pihak keamanan perusahaan terhadap aksi damai warga. Ia menegaskan akan membawa peristiwa pengeroyokan dan perusakan ini ke jalur hukum.

“Kami datang dengan aksi damai hanya untuk menanyakan alasan pembongkaran posko kami. Namun, kami justru disambut dengan kawat berduri, anjing, dan tindakan anarkis. Ada lima anggota kami yang terluka dan dua kaca mobil pecah dilempar batu. Peristiwa ini akan resmi kami laporkan ke Polres Asahan,” ujar Syafruddin. (Hen – Red)

Related posts
Tutup
Tutup