MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta – Pengolahan sampah berkelanjutan kini menjadi solusi penting menghadapi meningkatnya volume sampah di berbagai daerah. Tumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menimbulkan bau polusi, risiko longsor, hingga gas metana yang mudah terbakar.
Program ini digerakkan melalui sosialisasi sederhana kepada masyarakat, melibatkan RT dan RW. Warga didorong memilah sampah rumah tangga, residu, dan daur ulang. Inovasi seperti Bank Sampah, kompos, dan eco enzyme terbukti efektif.
Ibu Nina dari PKK RW 13 Cimanggis, Depok, menuturkan, “Cairan eco enzyme efektif menghilangkan bau busuk sisa darah hewan kurban. Padahal sudah seminggu bau itu tidak hilang, tapi setelah menggunakan eco enzyme langsung lenyap,” ujarnya (12/7/2026).
Selain mengatasi bau, eco enzyme juga bermanfaat untuk kesehatan. Seorang pecinta kucing berhasil merawat hewan adopsi yang terluka parah dengan cairan tersebut. Dalam waktu satu bulan, luka yang semula terbuka menutup rapat hingga sembuh.
Pengolahan sampah berkelanjutan memberi manfaat nyata: mengurangi volume sampah di TPA, meningkatkan kesadaran warga, menghasilkan produk ramah lingkungan, serta mencegah pencemaran.
Dengan keterlibatan masyarakat, program ini diharapkan menjadi bagian dari kearifan lokal yang hidup kembali, membangun budaya baru yang sehat dan berkelanjutan. (Nanang Husnie)













