Pedagang Pasar Inpres I Kisaran Keluhkan Listrik Padam Akibat Kabel Dicuri, Minta Dinas Koperindagin Bertindak  

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran — Sejumlah pedagang di Pasar Inpres I Jalan Diponegoro, Kota Kisaran, mengeluhkan sulitnya aktivitas jual beli akibat tidak adanya aliran listrik untuk penerangan kios. Kondisi gelap-gelapan ini sudah berlangsung cukup lama lantaran seluruh kabel instalasi listrik diduga dicuri oleh maling.

Mirisnya, hingga kini para pedagang menilai belum ada upaya konkret dari Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Koperindagin) Kabupaten Asahan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Sudah lama kami berdagang di kios Pasar Inpres dengan kondisi gelap-gelapan. Namun, tidak ada upaya serius dari Dinas Koperindagin Asahan untuk memperbaiki agar penerangan di kios kami bisa hidup kembali,” ujar Bowo, salah seorang pedagang, saat ditemui wartawan di Pasar Inpres, Kamis (5/11/2026).

Menurut Bowo, kalaupun ada beberapa kios yang terlihat terang, hal itu murni hasil inisiatif pedagang sendiri menggunakan genset atau memasang meteran token prabayar pribadi dari PLN, bukan fasilitas dari pengelola pasar.

“Bagi yang punya modal, mereka pakai genset atau pasang listrik sendiri. Sedangkan pedagang kecil yang tidak punya biaya tambahan hanya bisa pasrah berdagang dalam kondisi gelap,” beber pedagang pakaian tersebut.

Selain mengganggu kenyamanan pembeli yang enggan datang karena suasana yang gelap, kondisi ini juga membuat kios-kios menjadi sangat rawan tindak pencurian. Padahal, para pedagang mengaku tetap rutin membayar uang sewa lapak sesuai peraturan daerah (Perda) kepada Dinas Koperindagin.

“Uang sewa kios dan lapak tetap kami bayar sesuai Perda. Namun, hak-hak dasar seperti fasilitas penerangan tidak dipenuhi oleh Dinas Koperindagin. Kami mohon kepada dinas terkait selaku pengelola untuk segera memperbaiki instalasi listrik di Pasar Inpres ini,” harapnya.

Tanggapan Dinas Koperindagin Asahan

Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperindagin Kabupaten Asahan, Khualid Armansyah Lubis, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (5/11/2026), mengakui bahwa pihaknya telah berulang kali melakukan perbaikan. Namun, kabel yang dipasang kerap hilang kembali karena dicuri.

“Listrik di Pasar Inpres awalnya ada di setiap kios yang ditempati pedagang. Namun, kabel aliran listriknya diduga dicuri maling sehingga padam. Sebelumnya sudah kami perbaiki dengan mengganti semua kabel yang hilang, tetapi begitu dipasang, hilang lagi,” jelas Khualid.

Ia menduga aksi pencurian kabel tersebut dilakukan pada siang atau sore hari, mengingat pada malam hari sudah ada petugas penjaga malam yang berjaga di area pasar.

“Maling kabel listrik ini diduga beraksi pada siang atau sore hari, sehingga pasokan listrik untuk penerangan para pedagang menjadi terganggu,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, para pedagang Pasar Inpres tampak terpaksa tetap menjalankan aktivitas jual beli di tengah kondisi kios yang gelap akibat minimnya lampu penerangan. (Hend-Red)

Related posts