MEDIA DIALOG NEWS, Asahan — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi (KKNT) Kelompok 4 Universitas Asahan yang bertugas di Desa Sidomulyo, resmi meluncurkan program kerja unggulan Bank Sampah, pada Minggu (01/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sidomulyo dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sidomulyo beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 04 yaitu Ibu Elfira Ramadani ,S.Pd.I., M.Pd dan Ibu Yen Aryni, S.Pd., M.S, dan Mahasiswa KKNT Kelompok 04 Desa Sidomulyo yaitu Fitria Hariani, Sucy Duwi Aryanti, Karina Pratiwi, Nabila Al Hafizah, Wan Ririn Aulya Putri, Chaliza shabina pulungan, Desi periwati sihotang, Dila oktapia rahmadani, Dinda ariyani, Rahma yani, Suci Ayu Nabila, Nabila Elinar Wijaya, Intan Permata Sari Manurung, Wahyuni Rohima, Syahdira Amanda, Karolina Tarigan, Putri Rahma dan Audyta Azzahra.
Program Bank Sampah ini bertujuan untuk mengatasi masalah penumpukan sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Mahasiswa memperkenalkan cara memilah sampah menjadi dua kelompok, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual seperti plastik, kertas, dan kaleng bekas dapat disetorkan ke Bank Sampah dan dicatat sebagai tabungan warga.
Dalam sambutannya, Ketua Kelompok KKNT 4 menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap sampah. “Kami ingin mengajak warga tidak lagi membuang sampah sembarangan, melainkan memilah dan menabung sampah. Karena sampah yang benar dikelola ternyata bisa bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sidomulyo menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif mahasiswa. Beliau berharap Bank Sampah ini tidak hanya berjalan saat masa KKNT, tetapi dapat terus dijaga dan dikembangkan oleh warga desa secara mandiri di masa mendatang. “Semoga kebiasaan baik ini terus berlanjut, desa kita menjadi bersih, lingkungan sehat, dan warga pun mendapat keuntungan tambahan,” tambahnya.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi sejak awal kegiatan. Banyak warga yang bertanya dan ingin langsung mendaftar menjadi nasabah Bank Sampah. Program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan Desa Sidomulyo yang lebih bersih, sehat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.











