MEDIA DIALOG NEWS, Asahan — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Asahan (UNA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dirangkaikan dengan penjemputan mahasiswa di Sentang Sawah, Perkebunan Sei Dadap III/IV, pada Jumat (2/10/2026).
Kegiatan PKM ini mengangkat dua tema utama, yaitu “Pemanfaatan Digitalisasi dengan Menempatkan Peran Strategis Bahasa Inggris untuk Memperkenalkan Produk UMKM ke Pasar Internasional” serta “Transformasi Kemasan dan Digitalisasi UMKM: Meningkatkan Daya Tarik dan Daya Saing Produk Lokal.” Program ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguasaan bahasa asing.
Acara tersebut turut dihadiri oleh para pelaku UMKM, kaum ibu pelaku usaha, masyarakat setempat, serta aparat desa. Kehadiran berbagai elemen ini memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan UMKM melalui peningkatan kualitas kemasan, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan strategi pemasaran produk lokal.
Pelaksanaan PKM ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Susi Masniari Nasution, S.S., M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan dan Suri Yani selaku Ketua Kelompok KKNT. Keduanya memaparkan materi strategis terkait pentingnya digitalisasi dan penguasaan Bahasa Inggris dalam memperluas jangkauan pasar UMKM.
Dalam pemaparannya, Dr. Susi Masniari Nasution, S.S., M.Si mengupas tuntas peran digitalisasi dan Bahasa Inggris dalam memperluas pemasaran produk lokal. Pembahasan mencakup optimalisasi pemanfaatan media sosial, situs web, dan platform perdagangan digital sebagai sarana promosi agar produk lokal dapat menembus pasar luar daerah hingga kancah internasional.
Selain teknologi, penguasaan Bahasa Inggris dinilai krusial sebagai alat komunikasi bisnis lintas negara. Penggunaan bahasa Inggris dalam penyampaian informasi dan deskripsi produk akan mempermudah konsumen internasional memahami keunggulan produk yang ditawarkan. Penguatan identitas merek (branding) serta ketepatan strategi pemasaran juga menjadi kunci utama dalam mendongkrak daya saing UMKM.
Sementara itu, pemateri kedua, Suri Yani, membawakan materi bertajuk “Transformasi Kemasan dan Digitalisasi UMKM: Meningkatkan Daya Tarik dan Daya Saing Produk Lokal”. Ia menyoroti pentingnya kemasan sebagai identitas visual sekaligus kesan pertama yang dinilai oleh calon pembeli.
Menurutnya, kemasan yang bersih, rapi, dan informatif membuat produk lebih mudah dikenali. Pencantuman nama merek, logo, komposisi, berat bersih, serta informasi kontak menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan untuk memperbaiki tampilan produk. Transformasi ini tidak selalu memerlukan biaya besar, melainkan dapat dimulai dari desain sederhana yang selaras dengan karakter produk.
Selain itu, materi juga membahas pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang operasional bisnis, seperti penggunaan WhatsApp Business, pembuatan katalog digital, teknik pengambilan foto produk yang menarik, hingga promosi lewat media sosial. Melalui perpaduan kemasan yang menarik dan strategi pemasaran digital, para pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas pangsa pasar secara signifikan.
Usai rangkaian kegiatan PKM, acara dilanjutkan dengan prosesi penjemputan mahasiswa KKNT FKIP UNA oleh Dr. Heni Subagiharti, M.Hum. Momen ini sekaligus menandai resmi berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di wilayah Sentang Sawah, Perkebunan Sei Dadap III/IV.
Selama pelaksanaan KKNT, mahasiswa telah menjalankan berbagai program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat. Pengalaman berinteraksi dan berkolaborasi langsung dengan warga menjadi wadah pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
Melalui suksesnya kegiatan PKM dan penjemputan ini, hubungan baik antara Universitas Asahan dan masyarakat Sentang Sawah Perk. Sei Dadap III/IV diharapkan terus terjalin erat. Wawasan dan keterampilan yang dibagikan selama kegiatan ini juga diharapkan menjadi motivasi berkelanjutan bagi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi digital dan bahasa Inggris demi menembus pasar yang lebih luas. (Red)











