MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Lingkungan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (GL-MAPESI) menggelar aksi unjuk rasa di empat titik di Kota Kisaran, Rabu (10/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak Pemerintah Kabupaten Asahan melakukan evaluasi dan audit terhadap kinerja Lurah Teladan serta Camat Kisaran Timur terkait dugaan persoalan pelayanan publik yang dinilai belum optimal.
Aksi yang dikoordinatori Raja Panjaitan itu berlangsung di Kantor Lurah Teladan, Kantor Bupati Asahan, Kantor DPRD Asahan, dan Kantor Camat Kota Kisaran Timur. Sekitar 20 mahasiswa turut ambil bagian dalam demonstrasi yang berlangsung secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan.
Dalam orasinya di depan Kantor Bupati Asahan, Raja Panjaitan menyampaikan sejumlah tuntutan yang menurut mereka perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Di antaranya terkait dugaan penyaluran bantuan sosial yang tidak tepat sasaran, kondisi drainase yang dinilai kurang terawat, serta persoalan daerah aliran sungai (DAS) yang dikhawatirkan berdampak terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat.
“Kami meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur yang bertanggung jawab di wilayah tersebut. Aspirasi masyarakat harus menjadi prioritas dan ditindaklanjuti secara nyata,” ujar Raja dalam orasinya.
Menurut para mahasiswa, berbagai persoalan yang mereka suarakan merupakan hasil aspirasi dan keluhan warga yang selama ini merasa belum memperoleh penyelesaian yang memadai. Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga melakukan langkah konkret untuk menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Usai menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati Asahan, massa melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Kabupaten Asahan. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Asahan, Nazarudin, S.H., yang menyatakan apresiasi terhadap peran mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial dalam sistem demokrasi.
“Kami mengapresiasi semangat adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara tertib. DPRD akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan menjadwalkan rapat dengar pendapat (RDP) guna membahas tuntutan yang disampaikan,” kata Nazarudin di hadapan peserta aksi.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh para demonstran yang berharap DPRD dapat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal sehingga berbagai persoalan yang mereka sampaikan dapat memperoleh perhatian serius dari pemerintah daerah.
Aksi kemudian berlanjut ke Kantor Camat Kisaran Timur sebagai titik terakhir. Di lokasi tersebut, massa diterima langsung oleh Camat Kisaran Timur dan melakukan dialog singkat terkait sejumlah tuntutan yang disampaikan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif.
GL-MAPESI menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan bukan semata bentuk kritik terhadap pemerintah, melainkan bagian dari upaya mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui aksi tersebut, para mahasiswa berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang menjadi keluhan warga, khususnya terkait pelayanan publik, penyaluran bantuan sosial, serta penanganan infrastruktur lingkungan. Sementara itu, DPRD Asahan berencana menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui mekanisme rapat dengar pendapat bersama pihak-pihak terkait. (Eva/Ella – Red)













