MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Aidil Akbar Lubis yang mengatasnamakan Mahasiswa Asahan menuding dan merencanakan melaporkan M. Aris Munandar, Camat Kisaran Barat Kabupaten Asahan, kepada Menteri Dalam Negeri dan Kejaksaan Negeri Kisaran terkait penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
Aidil menyebut, dirinya menemukan adanya anggaran miliaran rupiah untuk perjalanan dinas Camat Kisaran Barat yang dinilai tidak masuk akal, bahkan melebihi kapasitas perjalanan dinas jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Asahan.

Menanggapi hal tersebut, Camat Kisaran Barat M. Aris Munandar menegaskan bahwa tudingan itu tidak benar. Ia menjelaskan, berdasarkan data anggaran tahun 2025, total anggaran Kecamatan Kisaran Barat sebesar Rp14.070.831.785, dengan realisasi Rp13.318.252.539 dan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) Rp752.579.246. Artinya, tingkat penyerapan anggaran mencapai 94,65 persen.
Aris merinci, belanja perjalanan dinas untuk camat dalam satu tahun hanya sebesar Rp25.000.000, sementara setiap lurah mendapat alokasi Rp15.000.000 per tahun. Dengan jumlah 13 kelurahan, total anggaran perjalanan dinas lurah adalah Rp195.000.000. Namun, pada tahun 2025, perjalanan dinas camat hanya terpakai Rp8.130.000, dengan sisa Rp16.870.000. Sedangkan anggaran perjalanan dinas lurah tidak digunakan sama sekali, sehingga utuh Rp195.000.000.
“Jadi tidak benar perjalanan dinas saya sampai miliaran. Kami sudah diperiksa terkait penggunaan anggaran oleh Inspektorat dan Badan Keuangan Negara (BKN). Jika ada temuan, pasti ketahuan,” jelas Aris.
Aris juga menyayangkan sikap mahasiswa yang tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menyampaikan tudingan. Meski demikian, ia menanggapi santai rencana aksi unjuk rasa mahasiswa. “Itu hak mereka, saya tidak bisa melarang,” ujarnya.
Hasil Panatauan mediadialognews.com dan dialogberita.com di lapangan bahwa aksi yang sudah direncanakan akan digelar pada Kamis, 7 Mei 2026 tidak jadi terlaksana tanpa diketahui penyebabnya. (Edi Prayitno)












