Mahasiswa KKNT Kelompok 5 FKIP UNA Lakukan Pemberdayaan UMKM di Desa Sukadamai Melalui Sertifikasi Halal hingga Pengelolaan Keuangan

MEDIA DIALOG NEWS, Asahan — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kelompok 5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Asahan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan UMKM Sukadamai melalui Pendampingan Sertifikasi Halal, Promosi Produk, dan Pengelolaan Keuangan Usaha”, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Sukadamai, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin tertib, berdaya saing, dan berkembang secara berkelanjutan.

Pelaksanaan pengabdian ini dimotori oleh tim KKNT Kelompok 5 FKIP Universitas Asahan bersama dosen pembimbing Dr. Khairun Nisa, M.Pd., beserta jajaran tim. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Sukadamai yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sujadi Franata, S.H. Kolaborasi erat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan para pelaku UMKM ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem pemberdayaan usaha yang terarah.

Dalam pelaksanaannya, program difokuskan pada tiga aspek utama:

Pendampingan Sertifikasi Halal

Para pelaku UMKM mendapatkan pelatihan dan pendampingan langsung dari Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Universitas Asahan. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya sertifikasi halal, kelengkapan berkas dokumen, serta tahapan pengajuan agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.

Penguatan Promosi Produk

Mahasiswa mendampingi pelaku usaha untuk memperbaiki tampilan visual produk, menyusun informasi pada label kemasan, serta mengoptimalkan pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran modern agar produk semakin menarik dan mudah dikenali di pasaran.

Pengelolaan Keuangan Usaha

Peserta dibekali pelatihan praktis mengenai pencatatan arus kas masuk dan keluar, cara menghitung biaya produksi secara tepat, penentuan harga jual, hingga pentingnya memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Sistem pencatatan sederhana namun tertib ini diharapkan membantu pelaku UMKM memantau kesehatan finansial usahanya secara akurat.

Kepala Desa Sukadamai, Sujadi Franata, S.H., menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini sangat selaras dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil yang membutuhkan pendampingan praktis dalam pengembangan bisnis. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebatas sosialisasi, tetapi mampu memberikan dampak nyata yang diaplikasikan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Melalui sinergi antara mahasiswa, dosen, LP3H Universitas Asahan, pemerintah desa, dan para pelaku usaha, KKNT Kelompok 5 FKIP Universitas Asahan berharap UMKM Desa Sukadamai dapat terus “naik kelas”: halal produknya, menarik promosinya, dan cermat pengelolaan keuangannya. (Red)

Related posts