MEDIA DIALOG NEWS, Pohuwato – Semangat untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter Islami terus tumbuh di Kabupaten Pohuwato. Hal ini ditandai dengan hadirnya Yayasan Bahrul Ulum Ayatul Husna yang beralamat di Desa Telaga Biru, Kecamatan Popayato. Mengusung narasi ‘Hadir untuk Negeri’, yayasan ini berkomitmen menjadi wadah pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual.

Yayasan ini secara resmi mulai beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Camat Popayato, Zulkifli Buludawa, pada tanggal 14 Juli 2024. Momen bersejarah tersebut dirangkaikan dengan silaturahmi akbar yang melibatkan unsur pemerintah sekecamatan Popayato, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta para orang tua dan wali murid.
Fokus Pendidikan dan Target Hafalan
Sebagai pusat pendidikan Islam terpadu, Yayasan Bahrul Ulum Ayatul Husna menaungi dua lembaga pendidikan utama, yaitu:
- TKIT (Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu) yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Febriyanti Hulopi.
- SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Nursela H. Ano, S.Pd.
Sejak pendaftaran dibuka, yayasan terus melakukan pengembangan karakter anak dengan kurikulum yang kental dengan nilai-nilai Islami. Yayasan menetapkan target akademis dan spiritual yang terukur, di mana siswa TKIT ditargetkan mampu menyelesaikan hafalan 1 Juz, sementara siswa SDIT memiliki target hafalan 2 Juz Al-Qur’an.
Empat Bulan Mengabdi: Rutin Berbagi dan Berprestasi
Meski baru berjalan kurang lebih empat bulan sejak peresmiannya, Yayasan Bahrul Ulum Ayatul Husna telah menunjukkan progresivitas yang luar biasa melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial.
Beberapa kegiatan yang telah sukses dilaksanakan antara lain: Kegiatan outbound untuk melatih ketangkasan dan kerjasama, hafalan surat pendek dan pembiasaan sholat berjamaah, serta perayaan puncak tema dan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
Selain kegiatan akademis, yayasan ini memiliki program unggulan yang dirancang untuk membentuk kemandirian dan spiritualitas siswa, seperti Manasik Haji, Pembiasaan Menabung, Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa), Qur’an Camp, hingga Studi Tour.
Konsisten Sedekah Jumat: 17 Pekan Tanpa Putus
Salah satu sisi paling menonjol dari yayasan ini adalah kepedulian sosialnya yang tinggi. Ketua Yayasan Bahrul Ulum Ayatul Husna, Ridwan Buludawa, SE.MM, menegaskan bahwa yayasan tidak hanya berfokus pada pendidikan di dalam kelas, tetapi juga pendidikan sosial kemasyarakatan.
“Ada agenda rutin tiap pekan yang kami lakukan, yaitu setiap hari Jumat memberikan sedekah beras kepada masyarakat yang membutuhkan, baik itu fakir miskin maupun anak yatim piatu. Alhamdulillah, dari awal sekolah dibuka sampai saat ini, sudah 17 kali kami melakukan pembagian beras kepada yang berhak menerima,” ungkap Ridwan.
Harapan untuk Masa Depan
Kehadiran Yayasan Bahrul Ulum Ayatul Husna diharapkan mampu menjadi oase pendidikan di Kecamatan Popayato. Ridwan Buludawa menyampaikan harapan besarnya agar yayasan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas.
“Harapan kami, dengan adanya wadah ini kita bisa membentuk karakter anak agar bermanfaat dalam kehidupan keluarga, agama, dan Bangsa Indonesia,” tuturnya.
Beliau juga berharap agar eksistensi yayasan ini mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak, terutama Pemerintah Daerah.
“Kami memohon support dan dukungan dari semua pihak agar kami bisa memberikan yang terbaik, atau bahkan lebih baik lagi ke depannya untuk anak-anak kita,” tutup Ridwan. (Gusram)





