MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, terus memantau progres penanganan pascabencana. Ia meminta kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) segera mengeksekusi program pemulihan yang telah direncanakan.
Penegasan tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Internal Update Data Bencana Sumatra di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Rapat ini digelar guna mengevaluasi penyaluran anggaran dan mendorong percepatan pencairan dana bagi K/L yang masih dalam proses.
Tito mengungkapkan sejumlah K/L telah menerima anggaran dan mulai beroperasi di lapangan, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Sosial.
“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini di sana itu jelas, nomor satu adalah masalah jalan. Jalan-jalan yang rusak, jembatan rusak. Saya bersyukur bahwa Menteri PU sudah turun anggarannya,” ujar Tito.
Selain infrastruktur jalan dan jembatan, Tito menyoroti prioritas pemulihan pada fasilitas pendidikan (sekolah, madrasah, dan pesantren), rumah ibadah, lahan pertanian, tambak perikanan, hingga sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak.
Untuk memaksimalkan penanganan di lapangan, Kasatgas menginstruksikan tiga langkah strategis:
-
Eksekusi Anggaran Tepat Waktu: K/L yang dana pemulihannya sudah cair diminta langsung menjalankan program tanpa penundaan.
-
Koordinasi Pencairan: K/L yang anggarannya masih berproses diimbau berkoordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan agar alokasi dana segera terealisasi.
-
Monitoring Lapangan Berkalas: Satgas diminta mengecek langsung kondisi daerah secara rutin untuk mengidentifikasi kebutuhan warga yang belum terakomodasi dalam program awal.
Tito menegaskan percepatan ini harus dikawal ketat, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar alokasi dana yang disalurkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana. (Nanang)













