Media Dialog News

Menelan Kepahitan: Impor Minyak Harus Tunggu Restu Amerika Serikat

MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta – Di tengah gejolak energi global, langkah Amerika Serikat melonggarkan sanksi terhadap minyak Iran dan Rusia semestinya membuka peluang baru bagi banyak negara importir, termasuk Indonesia. Namun kenyataannya, peluang itu belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan karena Jakarta masih menunggu restu politik dari Washington.

Kebijakan pelonggaran sanksi ini muncul akibat tekanan besar yang dihadapi pemerintah AS menyusul lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah. Untuk menahan kenaikan harga, Washington membuka keran terbatas bagi minyak Iran dan Rusia agar kembali masuk ke pasar global, dengan potensi tambahan pasokan mencapai ratusan juta barel dalam jangka pendek.

Namun, pelonggaran ini bersifat selektif, sementara, dan sangat terkendali. Tidak semua negara otomatis bisa memanfaatkan kesempatan tersebut. Di sinilah posisi Indonesia menjadi menarik sekaligus problematis.

Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak, Indonesia melalui Pertamina tentu memiliki kepentingan besar untuk mendapatkan sumber energi yang lebih murah. Minyak dari Rusia dan Iran selama ini dikenal kompetitif dari sisi harga. Bahkan, pemerintah melalui Kementerian ESDM telah membuka kemungkinan impor, asalkan ada relaksasi sanksi yang jelas.

Namun, seorang pejabat tinggi Pertamina mengungkapkan bahwa Indonesia belum bisa membeli minyak tersebut karena belum ada “lampu hijau” resmi dari AS. Lebih jauh lagi, disebutkan bahwa Kedutaan Besar AS bahkan belum menerima instruksi untuk memberikan izin kepada Indonesia. Fakta ini menyingkap satu hal penting: pelonggaran sanksi bukan sekadar kebijakan ekonomi, melainkan instrumen politik luar negeri AS yang tetap dikendalikan secara ketat.

Dalam konteks ini, posisi Indonesia tampak berada dalam dilema. Di satu sisi, ada kebutuhan ekonomi untuk mencari sumber energi murah di tengah lonjakan harga minyak dunia. Di sisi lain, ada realitas geopolitik yang membuat keputusan bisnis tidak sepenuhnya berdaulat.

Kondisi ini merupakan dampak dari perjanjian dagang antara Indonesia dengan AS yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada Februari lalu. Pasal 5 menjadi krusial karena mewajibkan Indonesia menyelaraskan kebijakannya dengan kebijakan keamanan ekonomi AS.

Isi pasal tersebut antara lain:

  1. Jika AS memberlakukan pembatasan terhadap negara lain, Indonesia wajib mengadopsi langkah dengan efek pembatasan setara.
  2. Indonesia wajib membatasi transaksi dengan entitas yang masuk dalam daftar sanksi AS.
  3. Jika Indonesia membuat perjanjian dagang yang dianggap mengancam AS, maka AS berhak membatalkan perjanjian dan mengenakan kembali tarif normal.

Implikasinya, AS memiliki veto implisit terhadap arah perdagangan Indonesia dan membatasi ruang kebijakan nasional.

Di tengah kebuntuan ini, pemerintah perlu mempertimbangkan opsi yang selama ini dianggap tabu: meninjau ulang, bahkan bila perlu memutus perjanjian dagang dengan Amerika Serikat, sebagaimana pernah ditempuh Malaysia ketika kepentingan nasionalnya terancam. Langkah ini bukan bentuk konfrontasi, melainkan penegasan posisi bahwa perdagangan harus berpijak pada kepentingan rakyat, bukan ketergantungan politik.

Secara realistis, ketergantungan yang terlalu besar pada satu mitra justru mempersempit ruang negosiasi dan membuat Indonesia rentan terhadap tekanan eksternal, termasuk dalam sektor strategis seperti energi. Dengan membuka diversifikasi mitra dagang dan mengurangi dominasi satu kekuatan, Indonesia dapat memperoleh akses energi yang lebih kompetitif, menjaga stabilitas harga dalam negeri, serta memperkuat daya tawar di pasar global.

Pada akhirnya, keberanian untuk mengevaluasi bahkan mengakhiri perjanjian yang tidak lagi seimbang adalah bagian dari upaya menjaga kedaulatan perdagangan—agar keputusan ekonomi tidak lagi ditentukan dari luar, melainkan benar-benar berpihak pada kepentingan nasional. (Nanang, Jakarta)

Jakarta, 03 April 2026

Haidar Alwi Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB

Berita Terbaru

Video Terbaru

Placement tidak ditentukan.

Berita Lainnya

PPWI Siap Ikuti Sidang Gugatan Prapid Lawan Kapolri, Ketum PPWI Minta Kapolri Hadir di Persidangan

PPWI Siap Ikuti Sidang Gugatan Prapid Lawan Kapolri, Ketum PPWI Minta Kapolri Hadir di Persidangan

MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta – Kasus penangkapan tiga wartawan yang diduga dikriminalisasi saat mengungkap praktik mafia BBM subsidi di Blora,

JPKP Asahan Imbau Pengguna Medsos Hapus Konten Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Kisaran Timur

JPKP Asahan Imbau Pengguna Medsos Hapus Konten Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Kisaran Timur

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh ayah tiri di Kecamatan Kota Kisaran

Lowongan Kerja BUMN di Yogyakarta: PT MUM Buka Kesempatan untuk Lulusan D3 Semua Jurusan

Lowongan Kerja BUMN di Yogyakarta: PT MUM Buka Kesempatan untuk Lulusan D3 Semua Jurusan

MEDIA DIALOG NEWS, Yogyakarta - Bagi Anda yang sedang mencari peluang kerja di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ada

Kadis Kesehatan Asahan Tak Akui Tunjuk RSUD HAMS sebagai Tempat MCU Calon Jemaah Haji 2025

Kadis Kesehatan Asahan Tak Akui Tunjuk RSUD HAMS sebagai Tempat MCU Calon Jemaah Haji 2025

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, dr. Hari Sapna MKM tidak mengakui institusinya menunjuk Rumah Sakit

Anggota DPRD SUMUT Angkat Bicara Terkait Permasalahan SPBUN PT.Anggita, Diduga Terkait Penyalahgunaan Minyak Bersubsidi

Anggota DPRD SUMUT Angkat Bicara Terkait Permasalahan SPBUN PT.Anggita, Diduga Terkait Penyalahgunaan Minyak Bersubsidi

MEDIA DIALOG NEWS, Pantai Labu - Haji Muhammad Subandi, ST.,MM Anggota DPRD Sumatera Utara Terpilih Periode 2024-2029 Komisi E dari

Polda Lampung Dukung Peran Jurnalisme Warga PPWI

Polda Lampung Dukung Peran Jurnalisme Warga PPWI

MEDIA DIALOG NEWS, Bandar Lampung – Upaya memperkuat peran jurnalisme warga dalam pembangunan Provinsi Lampung mendapat sambutan positif dari Kepolisian

Pasangan Taufik-Rianto Hanya Mampu Meraih 32.12% Suara Sah dari 556.475 Pemilih terdaftar di DPT Pilkada Asahan Tahun 2024

Pasangan Taufik-Rianto Hanya Mampu Meraih 32.12% Suara Sah dari 556.475 Pemilih terdaftar di DPT Pilkada Asahan Tahun 2024

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Pasangan Tunggal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si dan Rianto, S.H.,

Dinilai Sebagai Pejabat Publik, Sekda Asahan Bakal Digugat ke PTUN atas Jabatan Barunya sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Silau Piasa Asahan

Dinilai Sebagai Pejabat Publik, Sekda Asahan Bakal Digugat ke PTUN atas Jabatan Barunya sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Silau Piasa Asahan

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran - Pengambilan sumpah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan, Drs. Zainal Aripin Sinaga, M.H sebagai Dewan Pengawas

Kisah Nyata Pelarian Anak Kisaran yang Dipaksa Bekerja sebagai “Scamer” di Kamboja  (Bagian II)

Kisah Nyata Pelarian Anak Kisaran yang Dipaksa Bekerja sebagai “Scamer” di Kamboja (Bagian II)

MEDIA DIALOG NEWS – Begitu menginjakkan kaki di Bandara Phnom Penh - Kamboja, Dion disambut Perempuan muda yang menjemput mereka.

Demi Kebahagiaan Warga, Pasukan Putih Rutin Sambangi Masyarakat

Demi Kebahagiaan Warga, Pasukan Putih Rutin Sambangi Masyarakat

MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta – Hidup sehat dan bebas penyakit adalah dambaan setiap orang, tanpa memandang status sosial. Untuk mewujudkan