MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta – Dalam proses asesmen seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Utama di lingkungan Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kepala BKN Prof. Zudan menegaskan bahwa pengisian jabatan strategis tidak lagi bisa dilakukan secara konvensional. Menurutnya, sistem seleksi harus berbasis pada manajemen talenta yang terukur dan berkelanjutan.
“BKN terus menyempurnakan sistem seleksi JPT agar benar-benar mampu memilih pejabat yang tepat pada posisi yang tepat. Sistem seleksi ini terus kita kembangkan dengan menggunakan manajemen talenta. Ini menjadi instrumen penting untuk mewadahi kader-kader terbaik sesuai kebutuhan dan spesifikasi jabatan,” ungkap Prof. Zudan dalam pembukaan tahapan asesmen seleksi JPT Utama BSN, Senin (23/2/2026) di Kantor BKN Pusat, Jakarta.
Manajemen Talenta Percepat Suksesi
Prof. Zudan menjelaskan, sistem manajemen talenta yang matang akan mempercepat proses pengisian jabatan tanpa mengorbankan kualitas. “Kalau kepala jabatan kosong minggu ini, minggu depan seharusnya sudah bisa dilantik. Karena suksesornya sudah disiapkan secara sistematis dan berkelanjutan,” ujarnya optimistis.
Dengan penerapan manajemen talenta, proses suksesi pejabat dapat berlangsung lebih cepat karena calon pengganti sudah dipersiapkan secara berjenjang sesuai kebutuhan organisasi.
Tahapan Asesmen
Dalam proses asesmen yang ditangani oleh Tim Asesmen BKN melalui Pusat Penilaian Kompetensi ASN, para kandidat menjalani lima instrumen penilaian utama, yakni:
- Psikotes
- Analisis kasus
- Leaderless Group Discussion (LGD)
- Presentasi
Seluruh tahapan dirancang untuk mengukur kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural, hingga potensi kepemimpinan strategis. Asesmen ini berlangsung pada 23–24 Februari 2026.
Profesional dan Berintegritas
Proses asesmen BKN memastikan seleksi JPT Utama tidak hanya memenuhi prosedur administratif, tetapi benar-benar menghasilkan pemimpin yang profesional dan berintegritas sesuai kebutuhan organisasi serta mendukung agenda reformasi birokrasi. (Nanang)

