MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Pemasangan pipa berdiameter 20 inci di tepi jalan Kota Kisaran menarik perhatian masyarakat. Banyak warga sempat menduga pipa tersebut milik PDAM Tirta Silau Piasa, karena tidak adanya papan proyek maupun penjelasan resmi di lokasi.
Faktanya, pipa yang sedang dipasang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Dumai–Sei Mangkei (Dusem). Proyek ini membentang sepanjang 541,8 kilometer, menghubungkan Dumai (Riau) hingga Sei Mangkei (Sumatera Utara), dan melintasi 11 kabupaten/kota. Pipa tersebut diproduksi oleh PT Krakatau Steel dengan spesifikasi API X52.

Tujuan utama proyek Dusem adalah memperkuat ketahanan energi nasional, menyatukan jaringan pipa gas dari Sumatera hingga Jawa, serta mendukung kebutuhan energi kawasan industri, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Sejumlah warga di Sidodadi Kisaran mengaku bingung karena tidak ada papan informasi proyek. “Kalau tidak dicari tahu, kami kira ini pipa PDAM. Padahal ternyata proyek gas nasional,” ujar seorang warga.
Keterkaitan dengan KEK Sei Mangkei
Proyek pipa gas Dusem ini erat kaitannya dengan KEK Sei Mangkei, kawasan industri strategis di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. KEK ini berfokus pada hilirisasi kelapa sawit, karet, oleokimia, protein alternatif, dan produk konsumen. Dengan luas 1.933 hektar dan investasi mencapai lebih dari Rp129 triliun, Sei Mangkei menjadi KEK pertama yang beroperasi di Indonesia sejak 2012.
Hingga 2031, KEK Sei Mangkei ditargetkan menciptakan lebih dari 83.000 lapangan kerja baru. Infrastruktur pendukungnya mencakup jalan raya, dry port, instalasi listrik, water treatment plant, hingga pipa gas yang kini sedang dibangun. Investor besar seperti PT Unilever Oleochemical Indonesia, PT Industri Nabati Lestari, PT Alternative Protein Indonesia, PT Semua Cosmos Biotek, dan PT Aice Sumatra Industry telah bergabung untuk memperkuat kawasan ini.
Nilai Strategis Proyek
Dengan beroperasinya jalur pipa gas Dusem, KEK Sei Mangkei akan memperoleh pasokan energi yang lebih murah, efisien, dan ramah lingkungan. Hal ini diharapkan meningkatkan daya saing industri lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi berbasis impor.
Selain itu, proyek ini menyatukan jaringan pipa gas Sumatera dengan Jawa, sehingga pasokan energi nasional lebih terintegrasi dan stabil. Keunggulan strategis Sei Mangkei yang dekat dengan Selat Malaka juga menjadikannya pusat ekspor ideal bagi produk industri Indonesia.
Meski memiliki nilai strategis besar, masyarakat menilai perlu adanya sosialisasi dan keterbukaan informasi dari pihak terkait. Tanpa papan proyek atau penjelasan resmi, publik mudah salah kaprah dan menimbulkan spekulasi. Transparansi dianggap penting agar masyarakat merasa dilibatkan dan memahami manfaat besar dari proyek energi nasional yang melintasi permukiman mereka. (Edi Prayitno)

