MEDIA DIALOG NEWS — Belakangan beredar tulisan viral mengenai dexamethasone, obat yang dijuluki “obat dewa” karena efek instannya meredakan gatal, sesak napas, hingga radang sendi. Julukan itu memang mencerminkan kekuatan dexamethasone sebagai obat steroid, namun di balik khasiatnya, tersimpan risiko serius bila digunakan tanpa pengawasan medis.
Apa Itu Dexamethasone?
Dexamethasone adalah glukokortikoid sintetis, sejenis obat steroid yang bekerja menekan sistem imun dan peradangan. Obat ini digunakan dokter untuk menangani kondisi kritis seperti:
- Asma berat dan alergi parah
- Penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis
- Beberapa jenis kanker
- Edema otak akibat tumor atau cedera
- Terapi tambahan pada pasien COVID-19 dengan gejala berat
Dengan dosis kecil, dexamethasone mampu memberikan efek cepat: meredakan bengkak, nyeri, sesak, atau gatal. Inilah yang membuatnya sering dianggap “obat sakti.”
Bahaya Penggunaan Sembarangan
Meski ampuh, penggunaan tanpa resep dokter sangat berbahaya. Di Indonesia, kasus penyalahgunaan dexamethasone cukup sering terjadi, terutama ketika obat ini dicampurkan ke jamu pegal linu atau obat gemuk. Efek instan yang dirasakan konsumen sebenarnya bukan dari bahan alami, melainkan dari steroid yang menekan sistem tubuh.
Efek samping jangka panjang antara lain:
- Moon Face: wajah membulat akibat penumpukan lemak.
- Buffalo Hump: gundukan lemak di punggung atas.
- Osteoporosis: tulang rapuh dan mudah patah.
- Kulit menipis: mudah memar dan luka.
- Gangguan psikologis: insomnia, cemas, hingga depresi.
- Gangguan metabolisme: gula darah naik, tekanan darah tinggi.
Lebih berbahaya lagi, penghentian mendadak setelah penggunaan lama bisa memicu adrenal crisis: tubuh shock karena kelenjar adrenal berhenti memproduksi hormon alami. Kondisi ini bisa berakibat fatal bila tidak ditangani segera.
Data Temuan BPOM
- Oktober 2024: BPOM menyita ribuan jamu ilegal di Riau yang mengandung dexamethasone.
- Juni 2025: Lebih dari 100 ribu jamu oplosan di Jawa Tengah ditemukan mengandung paracetamol, dexamethasone, dan tadalafil.
- Penelitian farmasi di Sukoharjo juga membuktikan jamu pegal linu berlabel tertentu positif mengandung dexamethasone.
Pentingnya Pengawasan Medis
Dokter biasanya meresepkan dexamethasone dengan dosis terukur dan durasi terbatas. Jika diperlukan penggunaan jangka panjang, dosis akan diturunkan secara bertahap untuk mencegah efek putus obat.
Masyarakat diimbau:
- Jangan membeli dexamethasone secara bebas di apotek atau warung.
- Waspada terhadap jamu atau obat racikan yang memberi efek instan.
- Konsultasikan ke dokter bila mengalami gejala radang, alergi, atau sesak napas.
Kesimpulan
Dexamethasone adalah obat penyelamat nyawa bila digunakan tepat, namun bisa menjadi “pembunuh diam-diam” bila disalahgunakan. Edukasi publik sangat penting agar masyarakat tidak tergoda oleh efek instan yang ditawarkan obat ini. Hormati kekuatannya, gunakan hanya dengan resep dokter, dan jangan pernah menganggapnya sebagai obat remeh.
Temuan BPOM membuktikan bahwa penyalahgunaan steroid dalam jamu dan obat tradisional masih marak di Indonesia. Edukasi publik sangat penting agar masyarakat tidak tergoda oleh efek instan yang ditawarkan obat ini. (Edi Prayitno)
Daftar Bacaan
- Alodokter. 9 Efek Samping Dexamethasone yang Perlu Diwaspadai.
- detikHealth. Viral Dexamethasone ‘Obat Dewa’, Bisa Begini Efeknya Jika Asal Dikonsumsi.
- CNN Indonesia. Ini Bahaya Dexamethasone, Sering jadi Campuran Obat Pegal Linu.
- BPOM RI. Siaran Pers: Temuan Jamu Oplosan Mengandung Bahan Kimia Obat Berbahaya. https://www.pom.go.id

