MEDIA DIALOG NEWS, Asahan – Menjelang Idulfitri 1447 H, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Asahan mengeluarkan himbauan kepada seluruh pengurus PGRI kecamatan agar mendorong kepala sekolah SD dan SMP memberikan bantuan atau pinjaman kepada guru PPPK paruh waktu. Langkah ini diambil karena hingga pertengahan Maret, pembayaran gaji dari pemerintah kepada guru bersangkutan masih belum terealisasi.
Dalam surat resmi bertanggal 17 Maret 2026, PGRI Asahan menekankan pentingnya solidaritas dan soliditas antar guru. “Guru PPPK paruh waktu sangat membutuhkan dukungan menjelang Hari Raya Idulfitri, sementara pembayaran gaji belum ada titik terang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka,” tulis pengurus PGRI Kabupaten Asahan, Umar Halim Siregar dan Marimin.
Himbauan ini mendapat respon positif dari kalangan guru. Seorang guru di Kecamatan Kisaran Barat menyampaikan, “Kami memahami kondisi rekan-rekan PPPK paruh waktu. Surat ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan solidaritas adalah kekuatan utama guru. Kami siap membantu sesuai kemampuan.”
Sementara itu, seorang guru honorer penerima bantuan mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, dengan bantuan ini saya bisa ikut merayakan Idulfitri bersama keluarga. Meski belum menerima gaji, perhatian dari sesama guru membuat kami merasa tidak sendiri. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Langkah PGRI Asahan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai gotong royong dan solidaritas masih hidup di tengah komunitas pendidikan. Lebih dari sekadar bantuan finansial, himbauan tersebut meneguhkan pesan bahwa kebersamaan adalah fondasi utama dalam memperkuat profesi guru dan menjaga semangat pendidikan di daerah. (Edi Prayitno)

