Media Dialog News

Mahmuddin Sitorus, S.H. Advokat yang Tak Pernah Menjanjikan Menang tapi Selalu Menang Berperkara: “Dia Tak Pernah Bermain Dua Kaki”

MEDIA DIALOG NEWS – Ada orang-orang yang hadir dalam hidup kita bukan sekadar sebagai teman, melainkan sebagai cermin perjalanan. Mahmuddin Sitorus, atau yang akrab kupanggil “Ucok Torus”, adalah salah satunya. Sejak masa SMA di Kisaran, aku melihatnya sebagai sosok sederhana, penuh semangat, dan teguh pada prinsip. Kami berpisah jalan ketika kuliah, tetapi persahabatan itu tidak pernah benar-benar putus. Sesekali bertemu di kereta api menuju kampung halaman, kami saling menyapa dengan hangat, seolah jarak dan waktu tidak pernah mengikis ikatan yang sudah terjalin sejak remaja.

Mahmuddin bukan sekadar sahabat, ia adalah saksi perjalanan hidupku, dan aku pun menjadi saksi perjalanan kariernya. Dari seorang mahasiswa hukum di Medan, hingga menjadi advokat yang dikenal luas di Asahan dan Sumatera Utara. Ia menapaki jalan profesi dengan penuh kesungguhan, tanpa pernah tergoda untuk menjual integritas.

Aku memanggilnya Ucok, terkadang aku gabungkan dengan marganya, “Ucok Torus”, karena ia bermarga Sitorus. Dia teman sekolahku di SMA Negeri 1 Kisaran. Tahun 1984 kami berpisah, ia kuliah di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), sementara aku di universitas lain di Medan. Sesekali kami bertemu tak sengaja di kereta api saat pulang ke kota kecil kami di Kisaran. Ia tinggal di Sidorejo, aku di Bangsal PJKA Jalan Akasia.

Awal Karir

Tamat kuliah sekitar tahun 1988, Mahmuddin membuka kantor bersama pengacara muda lainnya di Kisaran. Aku sering singgah di kantornya, meski profesiku berbeda, karena ia sahabatku. Dari perjalanan itu aku banyak mengetahui sepak terjangnya. Mahmuddin dikenal luas sebagai advokat cerdas, sederhana, dan tidak memaksakan kehendak. “Aku gak pernah menjanjikan kemenangan kepada klien aku, tetapi aku berusaha melihat semua bukti-bukti dan kronologis kejadiannya dalam pandangan hukum yang berpeluang alternatif, karena di dalam proses peradilan bukan hanya sekadar menang-kalah,” ucapnya.

Kehidupan awal kariernya penuh tantangan. Dengan fasilitas terbatas dan pengalaman yang masih minim, ia membuktikan bahwa tekad dan kerja keras mampu menembus keterbatasan. Banyak klien kecil yang datang kepadanya, bukan karena nama besar, melainkan karena kepercayaan pada sikap jujur dan kesederhanaannya. Dari sinilah reputasi Mahmuddin mulai tumbuh, bukan karena promosi, tetapi karena testimoni masyarakat.

Sidang di Jakarta, dan Bonus Kemenangan

Pada tahun 2009, aku mengusulkan Mahmuddin menjadi pengacara KPU Kabupaten Asahan. Usulku diterima lewat rapat pleno karena aku meyakinkan komisioner lain bahwa ia punya kapasitas dan kapabilitas membela kepentingan lembaga. Meski baru pertama kali menangani perkara di Mahkamah Konstitusi, Mahmuddin tahu apa yang harus dilakukan. Ia rajin membaca UU Pemilu, Pilkada, dan PKPU, serta tidak malu bertanya kepadaku sebagai Ketua KPU Asahan.

Sebagai pengacara KPU, ia sibuk menghadiri rapat internal bersama KPU Kabupaten Asahan, Provinsi dan pasangan calon sebelum sidang dimulai. Dari semua yang dipahaminya, KPU Asahan sudah “on the track”. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi aku tidak bisa menjanjikan kemenangan,” katanya.

Aku memahami argumentasinya. Kode etik advokat memang melarang menjanjikan kemenangan, dan mewajibkan menjaga rahasia klien. Pernah aku bergurau, “Kau jangan main dua kaki ya?” Ia menjawab tegas, “Astagfirullah, selama karirku aku gak pernah menjual integritasku.” Candaan itu justru menjadi penguat motivasi bagi sahabatku.

Kehadirannya di ruang sidang MK bukan hanya sebagai pembela KPU, tetapi juga sebagai pembawa keyakinan bahwa proses demokrasi harus dijalankan dengan benar. Ia tampil tenang, tidak meledak-ledak, tetapi argumentasinya tajam dan berbasis aturan. Sikap profesional ini membuat banyak pihak menghormatinya, bahkan lawan sekalipun.

Mahmuddin bukan pengacara yang kaya. Bukan karena tidak laku, tetapi karena ia banyak memberi pendampingan probono bagi masyarakat miskin. Aku tahu persis, ia tidak pernah meminta lebih saat mendampingi KPU. Ia hanya berkata, “Kalau menang nanti, kau bilang sama Bupati Asahan terpilih, aku menjadi pengacara Pemkab Asahan.”

Begitu Majelis Hakim MK memenangkan KPU Asahan, kami semua senang. Tanpa menunggu pelantikan, aku ajak Mahmuddin menjumpai calon bupati di halaman MK. Kami bertiga bersalaman, menyatakan komitmen bersama. Aku merasa plong, janji sudah kutunaikan.

Kehidupan Keluarga

Di balik kesibukannya sebagai advokat, Mahmuddin adalah sosok ayah dan suami yang hangat. Ia menikah dengan seorang perempuan yang juga dekat dengan keluargaku— Sebelum menikah, calon isterinya selalu di bawa ke rumah kami dan menjadi sahabat karib isteriku. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak semata wayang, Abdurrahman Ridho Sitorus, S.H., yang kini mengikuti jejak ayahnya sebagai advokat. Kehadiran Ridho menjadi kebanggaan tersendiri bagi Mahmuddin, karena perjuangan dan integritas yang ia tanamkan sejak muda kini diteruskan oleh generasi berikutnya.

Kehidupan keluarga Mahmuddin sederhana, jauh dari gemerlap dunia hukum yang sering diasosiasikan dengan kekayaan. Namun justru dari kesederhanaan itu lahir nilai-nilai kejujuran dan pengabdian. Ridho tumbuh dengan teladan ayahnya, melihat bagaimana seorang advokat bekerja bukan untuk mengejar materi, melainkan untuk menegakkan keadilan.

Silaturahmi Dua Keluarga

Hubungan kami tidak berhenti pada persahabatan pribadi, tetapi juga merangkul keluarga masing-masing. Sejak lama, kami saling berkunjung, menghadiri acara keluarga, dan menjaga silaturahmi dengan penuh kehangatan. Ikatan itu semakin erat, bukan hanya antara dua sahabat, melainkan juga antara dua keluarga yang saling memahami dan mendukung.

Sampai hari ini, ikatan persahabatan itu tak lekang oleh waktu. Anak semata wayangnya, Ridho Sitorus, S.H., kini mengikuti jejak ayahnya sebagai advokat. Sementara anak bungsuku, Raihan Pramudya, S.H., juga menapaki jalan yang sama sebagai advokat di Jakarta. Kehadiran Ridho dan Raihan membuat silaturahmi kami semakin bermakna, karena persahabatan ini kini diteruskan oleh anak-anak kami, menjadikan hubungan dua keluarga ini semakin kokoh dan penuh arti.

Pertemuan keluarga kami selalu penuh cerita. Dari obrolan ringan hingga diskusi serius tentang hukum dan profesi, semuanya menjadi bagian dari ikatan yang tak tergantikan. Kami saling mendukung, saling menguatkan, dan saling mendoakan, sehingga persahabatan ini bukan hanya milik dua orang, tetapi milik dua keluarga besar.

Pamit kepada Sahabat

Tahun 2010, aku pamit kepada sahabatku. Mahmuddin adalah satu-satunya orang yang aku beri tahu tentang proses tes Hakim Adhoc PHI di Mahkamah Agung. Setelah aku lulus, ia berkata, “Jangan takut, semua pasti bisa kau atasi di Kalimantan. Lebih bergengsi menjadi Hakim daripada Ketua KPU Asahan.” Kata-kata itu menjadi pelecut semangat.

Sejak itu, hubungan kami tetap terjalin. Walau aku bertugas jauh, komunikasi dengan Mahmuddin tidak pernah putus. Ia sering mengingatkan agar aku menjaga integritas. “Integritas itu modal utama seorang penegak hukum. Kalau itu hilang, jabatan hanya tinggal nama.” Kalimat itu terus terngiang, menjadi pengingat di tengah godaan profesi.

Nasihatnya selalu sederhana, tetapi mengandung makna mendalam. Ia tidak pernah menggurui, melainkan berbicara sebagai sahabat yang tulus. Itulah yang membuat setiap kata-katanya terasa kuat, karena lahir dari pengalaman dan kejujuran.

Mahmuddin tetap konsisten sebagai advokat di Kisaran. Ia tidak mengejar kekayaan materi, tetapi memilih jalan pengabdian. Banyak perkara ia tangani tanpa bayaran, terutama bagi masyarakat kecil. Ia percaya hukum harus berpihak pada keadilan, bukan pada siapa yang punya uang lebih banyak.

Epilog

Kini, setelah puluhan tahun berlalu, aku semakin menyadari bahwa sosok seperti Mahmuddin Sitorus adalah langka. Di tengah dunia hukum yang sering diguncang oleh kepentingan dan kompromi, ia tetap berdiri tegak dengan prinsip: tidak menjanjikan kemenangan, tidak bermain dua kaki, dan tidak pernah menggadaikan integritas.

Persahabatan kami bukan hanya tentang kebersamaan masa muda, tetapi juga tentang saling menguatkan di jalan profesi masing-masing. Ia memberi motivasi ketika aku melangkah menjadi hakim, dan aku memberi dukungan ketika ia berjuang membela KPU Asahan. Kami saling mengingatkan bahwa jabatan hanyalah amanah, dan integritas adalah modal utama yang tidak boleh hilang.

Mahmuddin mungkin bukan pengacara yang kaya secara materi, tetapi ia kaya dalam hal pengabdian. Ia memberi pendampingan probono bagi masyarakat kecil, ia hadir sebagai pembela bagi mereka yang sering kali tidak punya suara. Kekayaan sejati itu tidak diukur dari harta, melainkan dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.

Setiap kali aku mengenang perjalanan kami, aku merasa beruntung memiliki sahabat seperti dia. Sahabat yang bukan hanya menemani masa muda, tetapi juga menjadi teladan tentang bagaimana seharusnya seorang manusia hidup dengan prinsip. Dan aku percaya, kisah tentang Mahmuddin Sitorus akan terus dikenang, bukan hanya olehku, tetapi juga oleh banyak orang yang pernah merasakan ketulusan dan integritasnya.

Kisah ini bukan sekadar profil seorang advokat, melainkan juga refleksi tentang arti persahabatan, integritas, dan pengabdian. Mahmuddin Sitorus adalah contoh nyata bahwa keberhasilan sejati bukan diukur dari materi, melainkan dari kepercayaan dan penghormatan yang ia dapatkan dari masyarakat. (Edi Prayitno)

Pengumuman

Dialog Berita bersama Media Dialog News saat ini tengah melakukan pencarian 100 figur tokoh Kabupaten Asahan untuk ditulis riwayat hidup singkat serta perannya di berbagai bidang.

Tokoh-tokoh tersebut akan dipilih berdasarkan kiprah, kontribusi, dan keteladanan yang layak dijadikan panutan bagi masyarakat. Bidang yang dimaksud mencakup pemerintahan, pendidikan, kesehatan, jurnalistik, olahraga, agama, hukum, politik, budaya, ekonomi, sosial, hingga gerakan masyarakat sipil.

Kami mengundang partisipasi pembaca untuk mengusulkan nama tokoh yang dianggap layak masuk dalam daftar ini. Usulan dapat dikirimkan ke redaksi dengan format:

  • Nama Tokoh : ——————————
  • Nomor Ponsel Tokoh : ——————
  • Bidang Kiprah : —————————
  • Alasan singkat mengapa tokoh tersebut layak dijadikan panutan : ————

Kirimkan usulan melalui email: edi_batakpos@yahoo.com atau WhatsApp: 0889-9737-2905

Hasil pencarian ini akan dipublikasikan secara bertahap dalam bentuk tulisan feature, sehingga masyarakat dapat mengenal lebih dekat figur-figur inspiratif dari Asahan. Pada akhirnya, 25 tokoh terpilih akan diseleksi kembali untuk diterbitkan menjadi sebuah buku.

(Redaksi Dialog Berita & Media Dialog News)

Berita Terbaru

Video Terbaru

Placement tidak ditentukan.

Berita Lainnya

Pembongkaran Pagar Sekolah Maitreyawira Kisaran Ditunda, Warga Kecewa   

Pembongkaran Pagar Sekolah Maitreyawira Kisaran Ditunda, Warga Kecewa  

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama Satuan Polisi Pamong

Yulita Sari Nasution: Perempuan yang Menemukan Jati Diri di Jalan Kemanusiaan

Yulita Sari Nasution: Perempuan yang Menemukan Jati Diri di Jalan Kemanusiaan

MEDIA DIALOG NEWS – “Saya lahir di awal tahun baru, dan sejak itu saya percaya hidup saya harus membawa harapan

Pernyataan Ketua PGRI Riau Picu Kontroversi, Wilson Lalengke: Dia Perlu Belajar Lagi tentang Aturan Perundangan

Pernyataan Ketua PGRI Riau Picu Kontroversi, Wilson Lalengke: Dia Perlu Belajar Lagi tentang Aturan Perundangan

MEDIA DIALOG NEWS, Inhil – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau, Prof. Adolf Bastian, S.Pd., M.Pd., memicu kontroversi

Proyek Jembatan di Sei Silau Tua Tuai Sorotan: PTPN IV Minta Dihentikan, LSM dan DPRD Asahan Desak Audit Teknis

Proyek Jembatan di Sei Silau Tua Tuai Sorotan: PTPN IV Minta Dihentikan, LSM dan DPRD Asahan Desak Audit Teknis

MEDIA DIALOG NEWS, Asahan (30 Oktober 2025) — Proyek pembangunan dua unit jembatan pada ruas jalan Sei Silau Barat–Prapat Janji

Belum Ada Tuntutan, Dua Terdakwa Perdagangan Sisik Trenggiling Masih Diadili di Pengadilan Militer

Belum Ada Tuntutan, Dua Terdakwa Perdagangan Sisik Trenggiling Masih Diadili di Pengadilan Militer

MEDIA DIALOG NEWS, Medan — Pengadilan Militer di Sisingamangaraja XII menggelar sidang pembacaan tuntutan terhadap dua terdakwa, Muhammad Yusuf dan

Kepala Cabang BRI Kisaran Dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kisaran Terkait Lelang Sepihak

Kepala Cabang BRI Kisaran Dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kisaran Terkait Lelang Sepihak

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran - Kuasa hukum Idrus Tanjung SH,MH bersama klien Poltak Pasaribu dan istri secara resmi melaporkan Kepala

Hasil Pooling “Kotak Kosong” Menang Lawan “Taufiq-Rianto” yang didukung 12 Partai Politik

Hasil Pooling “Kotak Kosong” Menang Lawan “Taufiq-Rianto” yang didukung 12 Partai Politik

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Hasil Pooling atau jajak pendapat yang dibuat akun Facebook Fikri Munthe ternyata Kotak Kosong menang

Polda Sumut Memanggil Jukim, Lakukan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Pemanfaatan Sumber Daya Air dan Tata Ruang

Polda Sumut Memanggil Jukim, Lakukan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Pemanfaatan Sumber Daya Air dan Tata Ruang

MEDIA DIALOG NEWS, Medan - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melalui surat Nomor : B/1873/V/RES.7.4/2025/Ditreskrimsus tanggal 19 Mei 2025

Dalam Rangka Safari Ramadhan Bupati Dan Wakil Bupati Berkunjung ke Kecamatan Wuarlabobar Desa Kilon

Dalam Rangka Safari Ramadhan Bupati Dan Wakil Bupati Berkunjung ke Kecamatan Wuarlabobar Desa Kilon

MEDIA DIALOG NEWS, Kep.Tanimbar - Bupati Dan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, Bapak Ricky Jauwerisa dan Ibu dr. Juliana Ch. Ratuanak.  

PPWI, AMHAL, dan Lembaga Adat Bokko Pento Apresiasi Musda Perdana KKLR Morowali, Dukung Penuh Tiga Kandidat Ketua

PPWI, AMHAL, dan Lembaga Adat Bokko Pento Apresiasi Musda Perdana KKLR Morowali, Dukung Penuh Tiga Kandidat Ketua

MEDIA DIALOG NEWS, Morowali – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Perdana Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) di Kota Bungku, Kabupaten Morowali,