MEDIA DIALOG NEWS, Kepulauan Tanimbar, Maluku – Semangat kebersamaan dan nuansa religius terasa kuat di Desa Kilon, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Koordinator Gema Sahur bersama remaja masjid dan pemuda setempat menghidupkan suasana sahur melalui dentuman genderang dan lantunan syair Islami, membangunkan warga untuk bersiap menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan yang digelar oleh Remaja Masjid Baitul Makmur Desa Kilon ini mendapat dukungan dari Ketua KAHMI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Muhamad Tahir Kallean, SP., M.MP. Tradisi membangunkan warga sahur dengan musik dan nyanyian bernuansa religi telah menjadi bagian dari budaya Islam yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur masyarakat setempat.
Pelestarian Tradisi dan Syiar Agama
Koordinator Gema Sahur, A.B. Kakat, S.Pd.I, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pelestarian nilai budaya dan syiar agama. “Tradisi ini sudah ada sejak zaman leluhur dan menjadi warisan hingga hari ini. Kita perlu terus mengembangkannya dan tidak boleh meninggalkannya. Selain itu, ini juga menjadi cara membangunkan warga agar tidak melewatkan sahur karena ketiduran,” ujarnya.
Ia menambahkan, sahur merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW yang memiliki nilai pahala tersendiri. “Dalam sebuah hadis disebutkan, Bersahurlah walau hanya dengan seteguk air, maka kamu memperoleh pahala sunnahnya,” jelasnya.
Semangat Kebersamaan di Bulan Magfirah
Meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana, semangat para remaja masjid dan pemuda Desa Kilon tetap tinggi untuk menghidupkan Gema Sahur. “Kami ingin mengambil bagian dalam momentum bulan magfirah ini. Walaupun sederhana, kami ingin menghadirkan suasana sahur yang penuh semangat dan kebersamaan,” lanjut A.B. Kakat.
Ke depan, komunitas Gema Sahur berharap adanya kolaborasi lebih luas antara remaja masjid, pemuda, dan masyarakat, agar tradisi ini terus hidup dan tidak hilang ditelan zaman. Mereka juga berharap dukungan dari Pemerintah Desa Kilon, khususnya dalam penyediaan fasilitas sound system sebagai sarana pendukung kegiatan.
“Harapan kami, Gema Sahur tidak hanya berlangsung di Desa Kilon, tetapi juga dapat menjangkau negeri-negeri tetangga yang mayoritas Muslim, sebagai bentuk silaturahmi dan syiar Islam yang damai,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana nilai keagamaan, budaya, dan semangat gotong royong berpadu dalam satu gerakan sederhana namun penuh makna. Gema Sahur menghadirkan kehangatan sahur bagi masyarakat Desa Kilon, sekaligus memperkuat identitas budaya Islam di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. (Randy Fenan)

