MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta – Dunia hukum Indonesia kembali tercoreng oleh peristiwa mengejutkan. Seorang warga Jakarta Selatan, Faisal, menjadi korban pengeroyokan lebih dari 20 orang preman saat menghadiri konfrontir bersama pengacaranya di lantai 2 RPK PPA Polda Metro Jaya, Rabu siang (26/3/2026). Ironisnya, aksi brutal itu terjadi di hadapan aparat kepolisian yang seharusnya menjamin keamanan.
Menurut laporan resmi, penyerangan dipimpin oleh Fahd Elfouz Arafiq, putra penyanyi lawas Araffq. Korban dipukul, ditendang, bahkan hampir dihantam kursi. Diduga kuat, seorang anggota DPR RI bernama Ranny Fadh Arafiq dan pengawal pribadinya yang merupakan anggota TNI turut berada di antara pengeroyok. Akibatnya, Faisal mengalami luka memar di kepala dan lebam di tubuh, kini dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Pondok Indah.
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, mengecam keras insiden tersebut. “Bagaimana mungkin seorang warga bisa dikeroyok oleh lebih dari 20 orang di dalam kantor polisi, tepat di depan aparat, tanpa ada tindakan pencegahan? Ini penghinaan terhadap hukum dan pengkhianatan terhadap rakyat,” tegasnya, Kamis (27/3).
Wilson menilai tindakan brutal terhadap Faisal bukan hanya pelanggaran pidana, tetapi juga merusak moralitas bangsa. Ia menekankan bahwa demokrasi kehilangan makna ketika aparat gagal melindungi hak dasar warga negara. “Negara tidak boleh kalah. Polisi tidak boleh tunduk pada kekuatan massa. Jika aparat membiarkan kekerasan terjadi di depan mata mereka, rakyat akan kehilangan kepercayaan terhadap hukum,” ujarnya.
Wilson menyerukan agar Kapolri dan jajaran segera bertindak tegas. Para pelaku pengeroyokan harus diproses hukum tanpa pandang bulu. Aparat yang lalai atau membiarkan kejadian ini wajib diperiksa. Anggota DPR RI dan TNI yang diduga terlibat juga harus diusut tuntas.
Kasus pengeroyokan Faisal di Polda Metro Jaya menjadi tamparan keras bagi sistem hukum Indonesia. Kejadian ini menunjukkan betapa rapuhnya perlindungan hukum jika aparat sendiri gagal menjalankan tugasnya. (TIM/Red Bersama – PPWI)

