MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran — Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) menggelar audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Asahan di Kantor DPRD Asahan, Senin (23/2-2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif.
Dalam kesempatan tersebut, PERMAHI menyampaikan aspirasi serta pandangan kritis mengenai isu-isu strategis daerah, terutama terkait penegakan hukum, transparansi kebijakan publik, dan pengawasan terhadap program pembangunan. Organisasi mahasiswa hukum ini menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif mengawal kebijakan pemerintah daerah agar berpihak pada kepentingan masyarakat serta sesuai dengan prinsip keadilan dan supremasi hukum.
Ketua DPRD Kabupaten Asahan H. Efi Irwansyah Pane MKM menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi peran mahasiswa dalam memberikan masukan serta kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah. “Kami sangat menghargai semangat mahasiswa yang hadir dengan gagasan kritis. DPRD terbuka terhadap saran dan kritik yang membangun demi kemajuan Kabupaten Asahan,” ujar Ketua DPRD
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi berkelanjutan antara mahasiswa dan lembaga legislatif daerah, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Suara Mahasiswa
Dalam pertemuan itu, perwakilan PERMAHI menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengawal demokrasi lokal. “Kami hadir bukan sekadar untuk mengkritik, tetapi untuk menjadi mitra strategis dalam memastikan kebijakan daerah benar-benar berpihak pada rakyat,” tegas salah satu pengurus PERMAHI.
Selain isu hukum dan transparansi, mahasiswa juga menyoroti tantangan pembangunan di Kabupaten Asahan, termasuk pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan ekonomi masyarakat. Mereka menilai pengawasan publik terhadap program-program tersebut menjadi kunci agar tidak terjadi penyimpangan dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga.
Harapan Bersama
Ketua DPRD menambahkan bahwa pihaknya akan membuka ruang komunikasi lebih intensif dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. “Kami tidak hanya berfungsi sebagai lembaga legislasi, tetapi juga sebagai penyalur suara rakyat. Karena itu, masukan dari mahasiswa sangat penting untuk kami tindaklanjuti,” katanya.
Dengan adanya audiensi ini, diharapkan terjalin sinergi antara mahasiswa dan DPRD dalam mengawal jalannya pemerintahan daerah. PERMAHI berkomitmen untuk terus hadir sebagai pengawal demokrasi, sementara DPRD berjanji untuk lebih responsif terhadap kritik dan saran yang membangun.
Langkah ini menjadi simbol bahwa keterlibatan aktif masyarakat, khususnya mahasiswa, adalah bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik. (Rel-Redaksi)

