MEDIA DIALOG NEWS, Kendal — Kondisi jalan rusak dan berlubang di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kerusakan tersebut semakin berisiko saat hujan turun, karena lubang jalan tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara, khususnya pengendara sepeda motor.
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kendal dalam beberapa waktu terakhir disebut menjadi penyebab utama kerusakan jalan, termasuk pada ruas jalan kabupaten. Kerusakan bervariasi, mulai dari lubang kecil hingga besar dengan kedalaman cukup signifikan, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Salah seorang warga Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Yusuf, mengaku kerap merasa waswas saat melintasi jalan berlubang, terutama di jalur yang setiap hari dilaluinya untuk bekerja.
“Di sepanjang Jalan Bahari, tepatnya dari Weleri ke arah Pantai Sendang Sikucing, banyak titik jalan yang rusak. Padahal setiap hari saya berangkat dan pulang kerja melewati jalur itu,” ujar Yusuf, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, hingga saat ini belum seluruh ruas jalan yang rusak mendapatkan penanganan maksimal dari pihak terkait. Warga pun berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu serta risiko kecelakaan dapat diminimalisir.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal, Sudaryanto, mengatakan pihaknya telah melakukan penambalan jalan berlubang di sejumlah titik yang dinilai rawan dan membahayakan pengguna jalan.
“Penambalan jalan berlubang sudah kami lakukan di beberapa titik di Kabupaten Kendal, terutama pada ruas jalan dengan tingkat kerusakan cukup parah dan lalu lintas yang padat,” terang Sudaryanto.
Ia mengakui, kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi menjadi kendala tersendiri dalam proses perbaikan jalan. Beberapa titik jalan mengalami kerusakan kembali karena struktur aspal tidak mampu bertahan saat curah hujan meningkat.
“Proses penambalan jalan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jika dilakukan saat hujan, hasil pekerjaan tidak akan bertahan lama dan justru berpotensi mubazir,” ungkapnya.
Meski demikian, Sudaryanto memastikan DPUPR Kabupaten Kendal akan terus memantau kondisi jalan di seluruh wilayah dan melakukan penanganan lanjutan secara bertahap begitu kondisi cuaca memungkinkan. (Rizal Firmansyah)

