Media Dialog News

Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp.52,5 Miliar di KONI Asahan: Oknum DPRD Terlibat, 37 Cabor Disorot

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Oknum anggota DPRD Kabupaten Asahan diduga terlibat dalam meloloskan anggaran dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Asahan sejak tahun 2019 hingga 2025 dengan total nilai mencapai Rp.52,5 miliar.

Dugaan korupsi yang mengarah pada praktik fiktif ini telah resmi dilaporkan oleh Lembaga Penegakan Supremasi Hukum (LPSH) ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, dan Kejaksaan Negeri Asahan pada Rabu, 23 Juli 2025.Jumlah anggaran yang fantastis ini mencakup enam hingga tujuh tahun anggaran dan menjadi sorotan publik karena dinilai tidak sebanding dengan hasil pembinaan olahraga di daerah tersebut.

 

Advokat Tumpak Nainggolan, SH, dalam keterangannya melalui sambungan seluler pada Jumat, 25 Juli 2025 di Kisaran, menegaskan bahwa laporan ini sejalan dengan semangat whistleblower act sebagaimana tercantum dalam Pasal 41 ayat (2e) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, yang menjamin hak pelapor untuk memperoleh perlindungan hukum.

Ia juga merujuk pada Pasal 11 ayat (1), Pasal 18 ayat (1b), dan Pasal 3 UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menjamin hak warga negara untuk mengetahui proses dan alasan pengambilan kebijakan publik.

Dalam surat pengaduan bernomor 380/lpsh/Lap.du/Nydik.JPN/VII tertanggal 18 Juli 2025, LPSH menyampaikan dugaan korporasi korupsi dana hibah KONI Asahan yang telah menggerus keuangan negara melalui APBD Kabupaten Asahan. Dana hibah tersebut dialokasikan secara bertahap: Rp.9,8 miliar pada 2019, Rp.7 miliar pada 2020, Rp6,5 miliar pada 2021, Rp.6,5 miliar pada 2022, Rp.7 miliar pada 2023, Rp.8 miliar pada 2024, dan Rp.8 miliar pada 2025, sehingga totalnya mencapai Rp.52,5 miliar.

Modus dugaan korupsi ini dilakukan melalui pembentukan cabang olahraga yang terindikasi fiktif. Kepengurusan cabor hanya terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara, sementara nama-nama lainnya diduga direkayasa. Kondisi nyata di lapangan menunjukkan minimnya fasilitas, peralatan, dan perangkat pendukung, bahkan ada yang tidak memiliki sarana sama sekali. Oleh karena itu, penting bagi Kejaksaan untuk mengumpulkan data dan menelaah penggunaan keuangan pada cabor-cabor tersebut secara menyeluruh.

Tumpak Nainggolan juga menyoroti kemungkinan keterlibatan oknum anggota DPRD Asahan dalam praktik detournement de pouvoir atau penyalahgunaan wewenang. Dana hibah yang seharusnya digunakan untuk pembinaan dan pengembangan olahraga, serta mendukung atlet berprestasi, justru diduga dipermainkan dan dialokasikan secara tidak transparan. Ia menyebut bahwa hanya cabang olahraga tinju yang memiliki gaung dalam event olahraga di Asahan, sementara cabor lainnya terkesan tidur dan tidak diketahui publik.

Nama-nama oknum DPRD yang disebut dalam laporan antara lain AM (ASKAB), ZG (PBVSI), LSS (PERSANI), EIP (PERPANI), NI (KODRAT), ZH (ESI), dan RI (PERBASI). Mereka diduga ikut memuluskan plot anggaran hibah KONI agar terus meningkat dari tahun ke tahun. Ironisnya, mereka yang seharusnya menjalankan fungsi pengawasan justru menjadi ketua cabor yang tidak aktif. Bahkan, ada dugaan bahwa cabor-cabor tersebut hanya muncul secara dadakan dan siluman, dengan pengurus yang dibentuk demi meraup dana hibah, meski bantuan yang diterima tidak sepenuhnya alias dipotong di meja.

Lebih lanjut, Tumpak mengungkapkan bahwa praktik dugaan korupsi ini melibatkan pemalsuan tanda tangan, penggunaan kwitansi fiktif, dan penggelembungan nilai belanja (mark-up). Ia juga menyinggung kemungkinan adanya praktik suap dan nepotisme dalam penentuan penerima hibah, di mana proposal disetujui setelah adanya imbalan tertentu agar mendapatkan alokasi dana lebih besar. Menurutnya, hal ini melanggar berbagai pasal dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001, termasuk Pasal 11, Pasal 12 huruf b, Pasal 5 ayat (1), Pasal 9, dan Pasal 3.

Sebagai penutup, Tumpak mengutip pribahasa Belanda “beter een levende hond dan een dode leeuw” yang berarti “lebih baik menjadi anjing yang hidup daripada singa yang mati,” sebagai bentuk dukungan moral terhadap Kejaksaan dalam memberantas sindikasi korupsi di rezim saat ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Asahan, Heriyanto Manurung, SH, saat dikonfirmasi wartawan menyatakan akan mengecek laporan tersebut. Kasi Pidsus Kejari Asahan, Chandra Syahputra, SH, mengonfirmasi bahwa laporan dari LPSH telah diterima dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku. (Edi Prayitno)

Berita Terbaru

Video Terbaru

Placement tidak ditentukan.

Berita Lainnya

Paving Block di PUSTU Sidomukti Diduga Tidak Memenuhi Standar SNI, Askonas Desak Evaluasi

Paving Block di PUSTU Sidomukti Diduga Tidak Memenuhi Standar SNI, Askonas Desak Evaluasi

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Hasil uji laboratorium terhadap paving block yang digunakan dalam proyek pemeliharaan halaman Puskesmas Pembantu (Pustu)

PPWI Tunjuk KRT Ardhi Solehudin Pimpin Konsolidasi di Jawa Tengah

PPWI Tunjuk KRT Ardhi Solehudin Pimpin Konsolidasi di Jawa Tengah

MEDIA DIALOG NEWS, Purbalingga – Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) secara resmi menunjuk KRT Ardhi Solehudin sebagai

Kepala Dinas Pendidikan Asahan Dituding Korupsi Rp.110,5 Milyar

Kepala Dinas Pendidikan Asahan Dituding Korupsi Rp.110,5 Milyar

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan beserta Kabid SD, Kabid Paud, dan Kabid SMP diduga berskandal

GRIMA Gruduk Kantor PLN Kisaran Minta Manager Fadli Umawi Mundur Dari Jabatan

GRIMA Gruduk Kantor PLN Kisaran Minta Manager Fadli Umawi Mundur Dari Jabatan

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Reformasi Mahasiswa Asahan (GRIMA), geruduk Kantor PLN Ranting Kisaran

Rizki Farabi Terpilih Jadi Ketua Umum HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Rizki Farabi Terpilih Jadi Ketua Umum HIMMAH NWDI Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

MEDIA DIALOG NEWS, Lombok Timur – Rapat Anggota Komisariat (RAK) Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (HIMMAH) NWDI Fakultas Teknik

Ada Perbaikan Jaringan, Media Online DIALOG BERITA Belum Bisa Diakses

Ada Perbaikan Jaringan, Media Online DIALOG BERITA Belum Bisa Diakses

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Website dialogberita.com yang merupakan portal berita di bawah naungan PT.DIALOG ONLINE NEWS hari ini mengalami

DPD JPKP Soroti Stagnasi PAD Kabupaten Asahan: Potensi Besar, Realisasi Minim

DPD JPKP Soroti Stagnasi PAD Kabupaten Asahan: Potensi Besar, Realisasi Minim

MEDIA DIALOG NEWS, Asahan — Dewan Pengurus Daerah Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan (DPD JPKP) Kabupaten Asahan mengkritik rendahnya Pendapatan

Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, Soroti Kasus Kematian Robi Oktavian Segera di Tuntaskan

Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, Soroti Kasus Kematian Robi Oktavian Segera di Tuntaskan

MEDIA DIALOG NEWS, Pali SUMSEL - Firdaus Hasbullah, S.H., Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI periode

Direktur RSUD HAMS, Kurniady Sebayang Tidak Peduli Ada Warga Miskin 2 Hari Tertahan karena Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan

Direktur RSUD HAMS, Kurniady Sebayang Tidak Peduli Ada Warga Miskin 2 Hari Tertahan karena Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – dr.Kurniady Sebayang, M.Si.Med.Sp.An selaku direktur Rumah Sakit Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kisaran

PN Kisaran Gelar Sidang Lapangan Sengketa Lahan Eks HGU PT. BSP, 13 Warga Gugat Sahat Hamonangan

PN Kisaran Gelar Sidang Lapangan Sengketa Lahan Eks HGU PT. BSP, 13 Warga Gugat Sahat Hamonangan

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran — Pengadilan Negeri (PN) Kisaran menggelar sidang lapangan di kawasan Graha Kisaran, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan