MEDIA DIALOG NEWS, Bekasi – Sebanyak 300 sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bekasi, Jawa Barat, melakukan aksi mogok di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Selasa 10/2/2026.
Akibat aksi mogok tersebut, lima rute trayek angkot untuk sementara tidak beroperasi.
Aksi ini merupakan buntut dari peluncuran bus Trans Beken yang dinilai “mencaplok” rute angkot tanpa koordinasi dan sosialisasi yang jelas.

Wakil Ketua Organda Kota Bekasi, RM. Poerwadi menjelaskan bahwa bahwa peluncuran Bus Trans Beken oleh Pemkot Bekasi tanpa sosialisasi kepada para sopir angkot.
“Dishub itu belum pernah sosialisasi ke bawah ke jalur yang kena, itu ada lima jalur yang kena, sehingga mereka protes,” kata Purwadi kepada media.
Ia menambahkan bahwa jalur yang terkena dampak yang dilintasi Bus Trans Beken Terminal Bekasi – Harapan Indah. Sosialisasi yang tidak pernah dilakukan oleh Dishub Kota Bekasi juga menunjukkan arogansi kekuasaan.
“Artinya begini, koordinasi lah,Terus titik henti jangan dishub menentukan sendiri, sama-sama kita, itu ada empat puluh tujuh titik loh yang dilintasi, lalu tidak bayar lagi, ini kalau gratis ya teman-teman angkot tidak kebagian penumpang,”ungkapnya.
Beberapa trayek angkot yang ikut melakukan protes dengan memblokir jalan Ahmad Yani yaitu angkot 02 Jurusan Pondokgede -Terminal Bekasi, 07 jurusan Seroja, Angkota 10, angkot 05A, angkot 11, angkot 30 dan angkot 25.
“Yang melakukan protes hampir semua, tapi yang bersinggungan ada lima, tapi semua turun,”pungkasnya.
Diketahui sempat melakukan mediasi di Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang diterima oleh Sekretaris Dinas,akan tetapi tidak ada titik temu.sehingga Perwakilan Organda melakukan mediasi dengan DPRD Kota Bekasi.
Dalam hal ini para sopir angkot meminta Pemkot Bekasi mengavaluasi jam operasional Bus Trans Beken yaitu dari pukul 06;00 wib hingga pukul 17:00 wib saja. Lalu sedapat mungkin trans Beken itu berbayar hingga nantinya tidak mengurangi pendapatan sopir angkot. (Novianto Kurniawan)

