Media Dialog News

Kapolri di Garis Depan Ketahanan Pangan: Dari Palmerah, Sinergi Negara Menjaga Gizi dan Martabat Bangsa

Oleh : Youthma All Qausha Aruan

MEDIA DIALOG NEWS – Pagi itu, Palmerah tidak sekadar menjadi titik di peta Jakarta Barat. Ia menjelma panggung sunyi yang perlahan dipenuhi makna. Di antara rangka baja rumah tanam hidroponik, barisan dapur industri, dan gudang logistik yang kokoh, negara seakan sedang menata ulang cara berpikirnya tentang pangan — bahwa makanan bukan lagi urusan dapur semata, melainkan soal martabat bangsa.

Deretan sayuran hijau tumbuh teratur di meja-meja tanam, seolah memberi pesan sederhana: kehidupan harus dipelihara dari akarnya. Tak jauh dari sana, dapur-dapur besar berdiri bersih dan terukur, tempat ribuan porsi makanan bergizi kelak disiapkan setiap hari. Semua bergerak dalam ritme yang tenang namun pasti, seperti kerja panjang yang tak ingin gaduh, tetapi berdampak luas.

Di tengah suasana itu, peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan gudang ketahanan pangan bukanlah seremoni biasa. Ia adalah pernyataan sikap. Sebuah penegasan bahwa negara memilih hadir, bukan menunggu. Bahwa ketahanan pangan harus dibangun dengan sistem, bukan sekadar niat.

Momentum ini dipimpin oleh Prabowo Subianto, yang sejak awal menempatkan isu gizi sebagai prioritas nasional. Namun di balik sorot kamera dan derap protokoler, ada satu sosok yang bergerak dengan gaya berbeda — lebih senyap, tetapi tegas: Kapolri.

Keberanian Kapolri: Ketika Polisi Menjadi Penjaga Pangan

Di banyak negara, polisi identik dengan patroli, penegakan hukum, atau operasi keamanan. Namun di Palmerah, Listyo Sigit Prabowo menghadirkan tafsir baru tentang pengabdian. Ia membawa institusi kepolisian melampaui batas konvensional — turun tangan memastikan rakyat cukup makan.

Langkah ini bukan perkara kecil. Menggerakkan ribuan personel, membangun ratusan fasilitas, dan mengelola logistik pangan nasional membutuhkan keberanian administratif sekaligus visi kemanusiaan. Kapolri memilih tidak berdiri di pinggir, melainkan masuk ke jantung persoalan: gizi masyarakat.

Di bawah koordinasinya, Polri meresmikan 1.179 unit SPPG di berbagai wilayah Indonesia. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kerja sistematis — dapur-dapur besar yang kelak menghidupi sekolah, keluarga rentan, dan komunitas yang membutuhkan. Dari kota hingga pelosok, kehadiran negara terasa nyata.

Tak berhenti di situ, 18 gudang ketahanan pangan dibangun sebagai penyangga logistik. Gudang-gudang ini ibarat lumbung modern — tempat cadangan disimpan, tempat kepastian dijaga. Ketika harga bergejolak atau distribusi terganggu, stok tetap ada. Ketika krisis datang, negara tidak panik.

Keputusan Kapolri mendukung penuh program ini mencerminkan diplomasi intelektual yang matang. Ia memahami bahwa keamanan tidak hanya soal senjata atau patroli, melainkan juga tentang perut yang kenyang. Ketika pangan aman, stabilitas sosial pun terjaga. Ketika gizi cukup, masa depan bangsa ikut kuat.

Sinergi Negara: Gizi sebagai Fondasi Peradaban

Di sisi teknis, peran Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional melengkapi mozaik besar ini. Ia memastikan standar nutrisi, kualitas makanan, dan tata kelola distribusi berjalan presisi. Jika Polri menyiapkan jaringan dan kekuatan logistik, BGN memastikan isi piringnya bermutu.

Kolaborasi antara Presiden, Kapolri, dan BGN menghadirkan pola kerja yang rasional sekaligus manusiawi. Ada kepemimpinan politik yang memberi arah, ada institusi keamanan yang bergerak cepat, ada teknokrasi gizi yang menjaga mutu. Tiga unsur ini menyatu tanpa saling mendominasi.

Secara argumentatif, inilah model tata kelola modern: negara bekerja lintas batas sektoral. Polisi tidak hanya mengamankan, ahli gizi tidak hanya menghitung kalori, presiden tidak hanya meresmikan. Semua saling menopang demi satu tujuan — kesejahteraan rakyat.

Lebih jauh, program ini juga menggairahkan ekonomi lokal. Petani memasok bahan pangan, pekerja setempat terlibat dalam operasional dapur, dan distribusi memutar roda usaha kecil. Dengan kata lain, satu piring makan menghidupi banyak tangan.

Pada akhirnya, Palmerah meninggalkan kesan mendalam. Bukan karena megahnya bangunan, melainkan karena gagasan yang diperjuangkan. Bahwa negara yang kuat dimulai dari rakyat yang sehat. Dan di antara derap langkah itu, keberanian Kapolri berdiri jelas — membuktikan bahwa menjaga bangsa kadang dimulai bukan dari senyapnya sirene, tetapi dari hangatnya makanan di meja rakyat. (**)

Berita Terbaru

Video Terbaru

Placement tidak ditentukan.

Berita Lainnya

Otorita Ibu Kota Nusantara Gelar Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan Ibu Kota Nusantara

Otorita Ibu Kota Nusantara Gelar Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan Ibu Kota Nusantara

SIARAN PERS Otorita Ibu Kota Nusantara Nomor: 229/sipers/hms-oikn/11/2025 2 November 2025 MEDIA DIALOG NEWS, NUSANTARA – Wujudkan ekosistem kota yang

Krisis Pelayanan Kesehatan di Sibolga: Pasien Terhambat Rujukan Karena Dokter Cuti

Krisis Pelayanan Kesehatan di Sibolga: Pasien Terhambat Rujukan Karena Dokter Cuti

MEDIA DIALOG NEWS, Sibolga - Kasus yang dialami Bintang Manalu, pasien bocor ginjal yang terjebak dalam sistem pelayanan kesehatan yang

Simulasi Kenaikan UMK Kabupaten Asahan Tahun 2026 Berdasarkan PP Pengupahan

Simulasi Kenaikan UMK Kabupaten Asahan Tahun 2026 Berdasarkan PP Pengupahan

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran, (17 Desember 2025) – Berdasarkan data terbaru, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Asahan pada Desember 2025

Diduga Kades Salopao Sahkan Penjualan Tanah Adat Rura Sulikang, Masyarakat Adat Tomakaka Tabang Resah

Diduga Kades Salopao Sahkan Penjualan Tanah Adat Rura Sulikang, Masyarakat Adat Tomakaka Tabang Resah

MEDIA DIALOG NEWS, Luwu, 5 November 2025 — Penjualan lahan yang diklaim sebagai bagian dari tanah adat Rura Sulikang seluas

Kemenkumham Jambi Kukuhkan PAW Majelis Pengawas Notaris untuk Perkuat Fungsi Pengawasan

Kemenkumham Jambi Kukuhkan PAW Majelis Pengawas Notaris untuk Perkuat Fungsi Pengawasan

MEDIA DIALOG NEWS – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Jambi menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pengganti Antar

Batik Lintas 5, Wujud Kemandirian Warga Binaan Lapas Cipinang di Hari Batik Nasional

Batik Lintas 5, Wujud Kemandirian Warga Binaan Lapas Cipinang di Hari Batik Nasional

MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta – Peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober menjadi momentum bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I

Menyajikan Berita yang Lezat: Tips untuk Jurnalis Muda

Menyajikan Berita yang Lezat: Tips untuk Jurnalis Muda

Oleh: Edi Prayitno (Citizen Journalism Activist) MEDIA DIALOG NEWS - Sebuah berita dapat diibaratkan seperti sepiring makanan yang dimasak dan

Apel Operasi Patuh 2025 Digelar di Mapolda Jambi, Kapolda: Tertib Berlalu Lintas Adalah Cermin Budaya Bangsa

Apel Operasi Patuh 2025 Digelar di Mapolda Jambi, Kapolda: Tertib Berlalu Lintas Adalah Cermin Budaya Bangsa

MEDIA DIALOG NEWS, Jambi — Kepolisian Daerah (Polda) Jambi melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh 2025 di Lapangan Hitam Mapolda

Muhammad Fikri Abdillah Resmi Polisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Palembang

Muhammad Fikri Abdillah Resmi Polisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Palembang

MEDIA DIALOG NEWS, Palembang — Merasa nama baiknya dicemarkan secara masif di ruang publik, Muhammad Fikri Abdillah akhirnya melaporkan dugaan

Haidar Alwi dan Revolusi Sosial Rakyat Bantu Rakyat

Haidar Alwi dan Revolusi Sosial Rakyat Bantu Rakyat

Oleh: Saiful Huda Ems. MEDIA DIALOG NEWS - Rakyat Indonesia hari ini sedang dicekik oleh keadaan. Harga kebutuhan pokok naik,