Media Dialog News

RTH Kompleks Perumahan DPRD Asahan Terancam Menyusut, Publik Pertanyakan Alih Fungsi Lahan

MEDIA DIALOG NEWS, Asahan — Ruang terbuka hijau (RTH) di kompleks perumahan DPRD Asahan, Jalan Ir. Sutami, Sidodadi, kini tinggal menyisakan sedikit lahan di ujung jalan yang diberi nama Taman Bermain. Padahal, menurut peta peruntukan dan kapling yang pernah ada, kawasan ini semula memiliki RTH yang cukup luas.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa RTH yang tersisa bisa berubah status menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Fenomena alih fungsi lahan bukan hal baru di Asahan. Banyak tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) PT BSP yang telah beralih menjadi hak milik. Semula diperuntukkan bagi pejabat, perumahan anggota DPRD Kabupaten Asahan, untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial namun kemudian dijual dan beralih ke tangan pemilik modal. Lahan-lahan itu kini berdiri berbagai bangunan komersial, mulai dari SPBU, rumah makan, gudang, rumah sakit, lapangan futsal, hingga ruko.

Praktik Bagi-Bagi Tanah

Praktik bagi-bagi tanah ini menimbulkan efek domino. Tidak hanya pejabat, masyarakat pun ikut menggarap tanah eks HGU PT BSP yang dianggap tak bertuan. Bahkan ada kasus di mana lembaga resmi yang mendapat jatah tapak justru menyewakan lahan kepada pihak ketiga. Informasi yang beredar menyebutkan, ada pejabat yang menitipkan lahan kepada institusi atau lembaga pendidikan dengan modus proposal permohonan dua hektar. Namun, yang dibagi hanya 1,5 hektar, sementara sisanya 0,5 hektar menjadi jatah pribadi pejabat tersebut.

Seorang warga kompleks DPRD Asahan di Sidodadi yang tak mau disebutkan namanya menilai praktik semacam ini merugikan kepentingan publik. “Ruang terbuka hijau itu seharusnya dijaga sebagai paru-paru kota. Kalau terus dialihfungsikan, masyarakat kehilangan hak atas lingkungan yang sehat. Pemerintah daerah harus tegas, jangan sampai kepentingan pribadi mengorbankan kepentingan bersama,” ujarnya.

Regulasi dan Transparansi

Secara regulasi, keberadaan RTH di Asahan ditegaskan di dalam Perbup Nomor 31 Tahun 2019 khusus penetapan Nama Taman Hutan Kota Kisaran sebagai salah satu RTH resmi (tanpa menyebutkan luas arealnya, red). Namun demikian masyarakat kesulitan mengakses data kuantitatif mengenai luas RTH yang tersisa karena tidak dipublikasikan secara terbuka. Minimnya transparansi ini membuat publik semakin mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga proporsi RTH sesuai amanat tata ruang.

Sementara itu, amatan tim investigasi mediadialognews.com dan dialogberita.com melalui aplikasi Sentuh Tanahku menemukan kapling-kapling tanah dengan berbagai status, bahkan di dalam RTH terdapat SHM atas nama individu, tetapi belum bisa dipublikasikan karena masih dalam proses pendalaman dan upaya konfirmasi kepada BPN Asahan.

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ruang terbuka hijau dan menegakkan aturan tata ruang. Publik menilai, jika praktik alih fungsi terus dibiarkan, maka ruang hijau yang seharusnya menjadi penyeimbang ekosistem kota akan hilang, digantikan kepentingan bisnis dan pribadi. (Edi Prayitno)

Berita Terbaru

Video Terbaru

Placement tidak ditentukan.

Berita Lainnya

Jembatan Penghubung Desa Wabar dan Desa Wunlah Ambruk saat Dilintasi Dump Truck

Jembatan Penghubung Desa Wabar dan Desa Wunlah Ambruk saat Dilintasi Dump Truck

MEDIA DIALOG NEWS - Jembatan yang menghubungkan Desa Wabar dan Desa Wunlah di Kecamatan Wuarlabobar ambruk saat dilintasi oleh sebuah

PPWI Tetapkan Bulan Bakti Nasional dan Siapkan Rakernas & HUT Ke-18

PPWI Tetapkan Bulan Bakti Nasional dan Siapkan Rakernas & HUT Ke-18

MEDIA DIALOG NEWS, Jakarta,— Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menyampaikan sejumlah keputusan penting hasil Rapat Nasional yang

PPWI Perluas Jangkauan di Banggai: Wilson Lalengke Mandatkan Hermanius Burunaung Bentuk DPC   

PPWI Perluas Jangkauan di Banggai: Wilson Lalengke Mandatkan Hermanius Burunaung Bentuk DPC  

MEDIA DIALOG NEWS, Banggai, Sulawesi Tengah – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) terus memperkuat eksistensinya dengan membentuk Dewan Pengurus Cabang

Job & Edu Fair 2024 di SMKN 2 Kisaran Sukses Terlaksana

Job & Edu Fair 2024 di SMKN 2 Kisaran Sukses Terlaksana

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – PJ Bupati Asahan diwakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan, Dra.Meilina Siregar, M.Si menghadiri sekaligus membuka

PPWI Lampung Timur Gelar Rakorcab Bahas Sertifikasi Kompetensi Wartawan BNSP, Gratis untuk Anggota

PPWI Lampung Timur Gelar Rakorcab Bahas Sertifikasi Kompetensi Wartawan BNSP, Gratis untuk Anggota

MEDIA DIALOG NEWS, Lampung Timur — Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC PPWI) Kabupaten Lampung Timur malam ini

Kades Molut dikabarkan Mengundurkan Diri

Kades Molut dikabarkan Mengundurkan Diri

MEDIA DIALOG NEWS, Pohuwato - Kepala Desa Molosipat Utara Kecamatan Popayato Barat Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo dikabarkan mengundurkan diri dari

Peta Sebaran Proyek PISEW di DAPIL Asahan 2024 Untungkan CALEG Parpol Tertentu

Peta Sebaran Proyek PISEW di DAPIL Asahan 2024 Untungkan CALEG Parpol Tertentu

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Peta sebaran Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kabupaten Asahan terlihat jelas nuansa

Tragedi Ojol dan Gelombang Protes Nasional: Indonesia di Persimpangan Reformasi

Tragedi Ojol dan Gelombang Protes Nasional: Indonesia di Persimpangan Reformasi

MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran — Gelombang demonstrasi besar-besaran melanda Indonesia sejak akhir Agustus 2025, dipicu oleh kematian tragis Affan Kurniawan,

Ramadan Usai, Yuk Persiapkan Diri Sambut Lebaran dengan Penuh Syukur!

Ramadan Usai, Yuk Persiapkan Diri Sambut Lebaran dengan Penuh Syukur!

MEDIA DIALOG NEWS - Ramadan, bulan penuh berkah dan momen yang ditunggu-tunggu umat Muslim, sebentar lagi berakhir. Selama sebulan ini

Euforia Pohuwato Half Marathon di Tengah Bayang-Bayang Krisis Lingkungan dan Pembangunan

Euforia Pohuwato Half Marathon di Tengah Bayang-Bayang Krisis Lingkungan dan Pembangunan

MEDIA DIALOG NEWS, Pohuwato– Di tengah gemuruh persiapan Pohuwato Half Marathon 2025, sebuah realitas lain muncul: persoalan lingkungan dan pembangunan