MEDIA DIALOG NEWS, Kisaran – Universitas Asahan (UNA) menggelar Wisuda Sarjana XXXV dan Pascasarjana VI Tahun 2026 pada Sabtu (24/1/2026) di Gelanggang Mahasiswa Kampus UNA. Sebanyak 398 lulusan resmi dikukuhkan dalam seremoni akademik yang berlangsung khidmat dan penuh makna, sekaligus menjadi momentum penting bagi UNA dalam menegaskan arah transformasi menuju perguruan tinggi berbasis riset dan pengabdian masyarakat.
Prosesi wisuda dibuka oleh Ketua Senat UNA, Ansoruddin, serta dihadiri sejumlah tokoh daerah dan akademisi, di antaranya Wakil Bupati Asahan Rianto, Bupati Batubara Baharuddin Siagian, dan Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Prof Saiful Anwar Matondang.
Dari total lulusan, Fakultas Teknik meluluskan 91 orang, Fakultas Ekonomi 96 orang, Fakultas Hukum 118 orang, FKIP 57 orang, dan Fakultas Pertanian 36 orang. Jumlah tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan akademik, tetapi juga menegaskan peran UNA sebagai institusi pendidikan yang konsisten melahirkan generasi baru dengan beragam kompetensi, siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
Transformasi UNA
Rektor UNA, Assoc Prof Dr Mangaraja Manurung, menegaskan wisuda kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting dalam perjalanan UNA.
“Universitas Asahan tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga memperkuat riset dan pengabdian. Kami mencatat peningkatan jumlah dosen bergelar doktor, pengiriman mahasiswa magang ke luar negeri, seminar internasional, hingga prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
UNA saat ini mengelola 12 program studi, dua program magister (Hukum dan Manajemen), serta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tahun ini, UNA menargetkan pembukaan Program Magister Pendidikan sebagai bagian dari penguatan institusi dan peningkatan daya saing lulusan.
Apresiasi dan Pesan
Ketua Pengurus Yayasan UNA, Mapilindo, menyampaikan apresiasi mendalam kepada wisudawan, dosen, dan orang tua. Ia menilai UNA memasuki usia hampir empat dekade dengan masa produktif menuju kematangan institusi.
“Keputusan menempuh pendidikan di Universitas Asahan adalah pilihan strategis. Kualitas dosen dan lulusan menunjukkan UNA berada di jalur yang tepat menuju universitas yang semakin diperhitungkan,” katanya.
Wakil Bupati Asahan, Rianto, berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah meraih gelar akademik. Menurutnya, dunia kerja menuntut adaptasi, kreativitas, dan karakter kuat.
Pesan serupa disampaikan Prof Saiful Anwar Matondang, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara.
“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang. Saya berharap para lulusan UNA terus mengasah diri, membangun jejaring, dan menghasilkan karya riset serta inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Wisudawan Berprestasi
UNA turut mengumumkan wisudawan berprestasi dengan capaian akademik tertinggi. Salah satunya Imam Wahyudi, lulusan Magister Hukum yang berhasil meraih IPK sempurna 4,00, disusul sejumlah lulusan sarjana dari berbagai fakultas dengan IPK mendekati sempurna.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata kualitas akademik UNA yang terus meningkat, sekaligus motivasi bagi mahasiswa lain untuk berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Wisudawan berprestasi tidak hanya mencerminkan ketekunan belajar, tetapi juga komitmen kampus dalam membangun budaya akademik yang unggul.
Dengan capaian tersebut, UNA berharap para lulusan mampu menjadi duta kampus yang membawa nama baik universitas di tengah masyarakat. Mereka diharapkan tidak hanya berkontribusi dalam dunia kerja, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang berintegritas, kreatif, dan berdaya saing global. Wisuda kali ini sekaligus menegaskan komitmen UNA untuk terus melahirkan generasi unggul yang siap menyongsong tantangan zaman dengan semangat riset dan pengabdian. (Redaksi)

